Isran : UU No 3 Tahun 2020 Membuat Kemajuan Illegal Mining, Banyak Kerugiannya
- editor@ivan
- 11 Apr 2022
- 604
Gubernur Kaltim Isran Duduk Bersebelahan dengan Dirjen Minerba Ridwan Jamaluddin
JAKARTA (11/4-2022)
Sejumlah
masalah dan dampak dari penambangan di Indonesia menjadi pembicaraan serius antara
sejumlah gubernur, Panja Illegal Mining dengan Dirjen Minerba Kementrian ESDM.
Dalam RPD yang digelar terturtup itu, Gubernur
Kaltim Isran Noor mengungkapkan semenjak terjadi pemberlakukan UU
Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara.
"Maraknya tambang ilegal menyebabkan rusaknya lingkungan hidup dan infrastuktur. Dana bagi
hasil yang kembali ke daerah pun tidak
cukup untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan itu," tandas Isran yang hadir bersama Gubernur Babel, Jabar,
Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltara dan Gubernur Sultra serta Sekda
Sumsel.
Keterangan yang dihimpun Swara Kutim.com, dalam
rapat yang dipimpin Ketua Panja
Illegal Mining Eddy Soeparno itu
ditemukan satu pemikiran kalau illegal merugikan banyak pihak diantaranya
negara kehilangan penerimaan, disisi lain daerah mengalami kerugian rusaknya
lingkungan hidup serta jalan termasuk kelangkaan BBM.
"Hampir semua jalan
negara, provinsi dan kabupaten kota rusak. Kurang lebih seperti ombak lautan
Pasifik," tukas Gubernur yang benarkan gubernur lainnya. Didampingi Kadis ESDM Christianus Benny
dan Karo ADPIM Setda Kaltim, M Syafranuddin, diungkapkan menjamurnya
pertambangan illegal datang setelah adanya UU Nomor 3 Tahun 2020
tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebelumnya minim karena bisa dilakukan pengawasan
dan penindakan lebih cepat karena daerah ada kewenangan.
"Kemajuan tambang ilegal
setelah UU Nomor 3 Tahun 2020 ini sangat luar biasa . Belum ada izin saja sudah
ditambang. Pertanyaan saya, kenapa UU ini dibuat?,†ungkap Isran seraya menambahkan wibawa
negara sudah tidak ada.
Ditanya wartawan usai RDP, Karo Adpim Setda Kaltim
M Syafranuddin menerangkan ada kemajuan berarti dalam penanganan tambang
illegal. “Alhamdulillah, ada kemajuan berarti semoga saja sesuai harapan
daerah,†kata Syafranuddin seraya keluar ruangan rapat Komisi VII
DPR-RI.(SK012)
Berita Lainnya
Dr Anik Dirawat di Balikpapan, Diangkut Dengan Helikopter
SANGATTA (21/11)Karena kondisi kesehatannya tidak stabil, dr Anik Istiyandari Direktur RSU Kudungga ....
- editor@ivan
- 21 Nov 2020
- 1902
Festival Noken Daya Tarik PON XX Papua
SAMARINDA (2/10-2021)Memanfaatkan waktu luang selama berada di Jayapura Papua, Kepala Biro Administ ....
- editor@ivan
- 02 Okt 2021
- 1006
ribuan orang ikuti shalat Istisqa Part2
SANGATTA,BELUM MEREDANYA Karhutla dantidak ada tanda-tanda kemarau berlalu di Kutim, Pemkab Kutim, R ....
Sangatta Nyaris Gelap Gulita, Untung PDAM dan BPBD Kutim Berhasil Sedot Air di Gardu Utama PLN
SANGATTA (23/3-2022) KotaSangatta nyaris gelap gulita akibat banjir, pasalnya Gardu Utama PLN Sangat ....
- editor@ivan
- 23 Mar 2022
- 724
Tinjau Persemaian Mentawir, Presiden: Pembangunan IKN Diawali dengan Rehabilitasi Lahan
SEPAKU (14/3-2022)Memanfaatkanwaktu luang, Presiden Joko Widodo, merubah jadwal kegiatnya pada Senin ....
- editor@ivan
- 14 Mar 2022
- 729

