Kutai Timur

Catatan Ke Turki (6) :Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed Satu Areal, Wisatawan Terkesima

Catatan Ke Turki (6) :Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed Satu Areal, Wisatawan Terkesima Hagia Sophia Dimalam Hari

BERTANDANG ke Istanbul dan ingin melihat Hagia Sophia atau Aya Sofya serta Masjid Sultan Ahmed, tidak sulit karena kedua bagunan ini berdekatan dan letaknyapun berhadapan. Tak heran, setiap hari terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 banyak wisatawan yang ada.

               Di malam hari, wisatawan bisa menyaksikan atraksi air mancur yang berganti-ganti warna sehingga menambah keindahan Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed. “Pindah posisi saja, maka keindahan air mancur akan memberi warna tersendiri bagi kedua bangunan,” sebut Fatimah – karyawan Hotel Ararat.

Hagia Sophia   tempat  ibadah ummat Islam  di Istanbul. Semula bangunannya merupakan Gereja namun belakangan diubah menjadi masjid. Tak heran, menjelang shalat dari Hagia Sophia dikumandangkan adzan yang kemudian disambut masjid-masjid lainnya.

Pembangunan Hagia Sophia dilakukan sejak tahun 537 M dan selesai pada tahun 1453 M sebagai  Katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel. Pada  pada tahun 1204 sampai 1261  diubah Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel.

Hagia  Sophia berfungsi sebagai masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dijadikan sebagai  museum pada 1 Februari 1935. Namun  pengadilan Turki memutuskan konversi Hagia Sophia pada tahun 1934 menjadi museum adalah  ilegal.

Ini membuka jalan untuk kembali mengubah monumen tersebut menjadi masjid hingga sekarang. Hagia Sophia terkenal karena kubah besarnya, bagunan bersejarah iniu  dinilai sebagai lambang arsitektur Bizantium.(bersambung/syafranuddin)

 

 

editor@ivan

Penulis Sejak 01 Nov 2020