Walikota Cimahi Ditangkap KPK, Ruang Tahanan KPK Tambah Sesak
- editor@ivan
- 28 Nov 2020
- 763
KPK saat memperlihatkan uang saat OOT Walikota Cimahi, AMP.(Foto Ist)
JAKARTA (28/11-2020)
Ruang tahanan KPK bertambah sesak, pasalnya KPK dalam sepekan bahkan hitungan hari berhasil mengamankan belasan pelaku tindak pidana korupsi tepatnya gratifikasi. Dalam operasi khusus, Sabtu (28/11), KPK resmi menetapkan Walikota Cimahi AMP terlibat kasus gratifikasi pembangunan RS Kasih Bunda Cimahi.
Beberapa hari lalu, KPK menahan 7 orang yang terlibat kasus perijinan benur dengan tersangka utama Menteri KKP, EF. Dalam kasus RS Kasih Bunda Cimahi, KPK, terang Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar jumpa pers, Sabtu siang, karena menerima pemberian hadiah berupa uang dari komisaris RS KB.
Dalam operasi yang digelar Jumat (27/11) kemarin itu, ditemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan gratifikasi. "Dugaan saat ini, Walikota Cimahi melakukan korupsi dalam proyek pembangunan RS di Cimahi," kata Firli.
Operasi yang berselang 3 hari dari penangkapan Menteri KKP ini, diakui Firli bermula dari informasi masyarakat dimana HY - komisaris Rumah Sakit Kasih Bunda akan memberikan uang kepada AMP. "KPK menerima informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan akan terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan AMP sebagai penyelenggara negara,†terang Firli.
Bersama Plt Jubir KPK Ali Fikri disebutkan, uang dari RS KB ini, diserahkan CG perwakilan RS Kasih Bunda kepada YR selaku orang kepercayaan AMP. Uang tersebut, ungkap Firli, diserahkan di sebuah rumah makan di Bandung pada Jumat (27/11) pukul 10.00 WIB.
“Pukul 10.40 WIB Tim KPK mengamankan CG dan YR ," ujar Firli.
Dari pengembangan kasus, akhirnya diamankan AMP, Fa – Ajudan AMP, En – Sopir YR, DD – swasta, Nu -
Direktur RSU KB, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Cimahi HH, Kepala Seksi di Dinas PTSP Cimahi AR, Kam- sopir CG. "Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang sejumlah Rp 425 juta dan dokumen keuangan dari pihak Rumah Sakit KB," kata Firli.
Firli menyebutkan AMP, diduga telah menerima suap senilai Rp 1,661 miliar dari kesepakatan Rp 3,2 miliar. Iapun mengungkapkan, suap AMP terkait perizinan pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. (Kini semua tersangka diamankan untuk waktu 20 hari, namun 14 hari wajib menjalani karantina Covid 19,†terang Firli.(sK12)
Berita Lainnya
Masuk Areal COP 26 Harus Lewati Pemeriksaan Super Ketat
SAMARINDA (11/11-2021) Memasukiareal COP 26 UNFCCC di Glasgow Inggris tak mudah, peserta yang bisa m ....
- editor@ivan
- 11 Nov 2021
- 599
Dalam LPj Pemkab Kutim, Realisasi Anggaran Hampir Tercapai Semua
SANGATTA (5/7-2021)Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pemkab Kutim terhadap pelaksanaan APBD Tahun Ang ....
- editor@ivan
- 05 Jul 2021
- 600
Pemerintah Larang Masyarakat Mudik Lebaran
JAKARTA (26/3-2021)Pemerintah Republik Indonesia, akhirnya menetapkan pelarangan warga masyarakat te ....
- editor@ivan
- 26 Mar 2021
- 1271
Isran Jamin Pendidikan Vino Hingga PT
SAMARINDA (23/7-2021)Meski tak menghilangkan keduakaan yang dialami Alviano Dava Raharjo atau Vino ( ....
- editor@ivan
- 23 Jul 2021
- 643
BOI Segera Berkerja di Kaltim
SAMARINDA (15/4-2022) Setelah sempat bertemu beberapa menit di Balikpapan, KepalaBadan Otorita IKN ( ....
- editor@ivan
- 15 Apr 2022
- 945


