Wagub Hadi Mulyadi : Masyarakat Harus Peduli, Jika Ingin Kasus Covid 19 Segera Selesai
- editor@ivan
- 26 Jul 2021
- 483
Warga masyarakat di Kukar terpaksa menggelar shalat jenazah di jalan, karena warga yang wafat menjadi korban Covid 19.
SAMARINDA (26/7-2021)
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi berharap semua daerah di Kaltim lebih kreatif dan terus meningkatkan sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat terkait dengan kasus Covid 19 di Kaltim, dalam dua pekan terakhir.
Menurut Hadi, apa yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran bagi siapapun terutama bagaimana mempersiapkan segala kemungkinan terus mewabahnya Covid 19. “Istilah yang ada saat ini merupakan acuan bagi semua pihak, pemerintah memberikan level tiada lain agar semua pihak lebih fokus dalam berbuat sehingga semua terukur, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,†terang ketika ditanya terkait bertambahnya daerah di Kaltim yang masuk katagori level 4 di masa pandemic Covid 19.
Ia menyebutkan, Pemprov Kaltim segala daya untuk mengerahkan kemampuannya guna menyelamatkan masyarakat dari ancaman Covid 19 yang tidak saja merusak ekonomi rakyat tetapi mengancam nyawa manusia.
Saat ini, ungkap Hadi, semua kepala daerah fokus dengan masalah kesehatan rakyat yang harus segera dicarikan solusinya terutama menyediakan tenaga kesehatan yang semudah membalikan telapak tangan. “Tidak ada kepala daerah yang saat ini yang tidak memikirkan masalah kesehatan rakyatnya, pasalnya sejumlah rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta sama-sama kesulitan akibat banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid 19 sehingga berdampak terhadap layanan kepada masyarakat,†bebernya.
Masyarakat harus sadar, Covid 19 itu ada dan nyata didepan mata, karenanya kesadaran masyarakat berikut dukungannya dibutuhkan sekali agar masalah Covid 19 secara perlahan bisa ditekan. “ Gubernur sudah berulang kali menegaskan betapa pentingnya pencegahan dari hulu yaitu masyarakat secara sadar dan disiplin mematuhi anjuran pemerintah dengan menegakan Prokes Covid 19 seperti memakai masker, mengurangi mobilitas dan tidak berada dalam kerumuman. Jika masyarakat tidak peduli, kondisinya bisa lebih dari apa yang dirasakan pada saat ini dimana RS sudah penuh dengan pasien, jika penuh maka dampaknya juga dirasakan masyarakat karena tidak bisa dilayani dengan maksimal,†bebernya.(SK08)
Berita Lainnya
Bupati Sri Juniarsih Kenalkan Berau ke Dubes RI Desra Percaya Lewat Lagu
SAMARINDA (9/11-2021) Obyek Pariwisata Berau terutama wisata bahari, ternyatadikenal di London. Seju ....
- editor@ivan
- 09 Nov 2021
- 524
Hari Ini Masa Tugas Pjs Kepala Daerah Berakhir, Termasuk Kukar
SAMARINDA (5/12-2020)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Sesuai peraturan, semua ....
- editor@ivan
- 05 Des 2020
- 652
Pesawat Tempur Melintas, Kantor Gubernur Aman
SAMARINDA (2/9-2021)Kondisi Kantor Gubernur Kaltim tetap aman, tidak ada kaca yang pecah meski sejum ....
KPK : Paslon Jangan Menebar Janji Ke Sponsor
JAKARTA (1/11)Ketua KPK Firli Bahuri mengingatkan calon kepala daerah tidak menebar janji, terutama ....
- editor@ivan
- 01 Nov 2020
- 592
sidrap tak diabaikan, pembangunan terus dilegorakamn sempat terkendala satatus tnk
sangatta (13/8)isu miringnbsp; yangdihembuskan sejumlah oknumnbsp; yang menyebutdusun sidrap desa ma ....
- editor@ivan
- 13 Agu 2025
- 142


