Wagub Hadi Mulyadi : Masyarakat Harus Peduli, Jika Ingin Kasus Covid 19 Segera Selesai
- editor@ivan
- 26 Jul 2021
- 468
Warga masyarakat di Kukar terpaksa menggelar shalat jenazah di jalan, karena warga yang wafat menjadi korban Covid 19.
SAMARINDA (26/7-2021)
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi berharap semua daerah di Kaltim lebih kreatif dan terus meningkatkan sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat terkait dengan kasus Covid 19 di Kaltim, dalam dua pekan terakhir.
Menurut Hadi, apa yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran bagi siapapun terutama bagaimana mempersiapkan segala kemungkinan terus mewabahnya Covid 19. “Istilah yang ada saat ini merupakan acuan bagi semua pihak, pemerintah memberikan level tiada lain agar semua pihak lebih fokus dalam berbuat sehingga semua terukur, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,†terang ketika ditanya terkait bertambahnya daerah di Kaltim yang masuk katagori level 4 di masa pandemic Covid 19.
Ia menyebutkan, Pemprov Kaltim segala daya untuk mengerahkan kemampuannya guna menyelamatkan masyarakat dari ancaman Covid 19 yang tidak saja merusak ekonomi rakyat tetapi mengancam nyawa manusia.
Saat ini, ungkap Hadi, semua kepala daerah fokus dengan masalah kesehatan rakyat yang harus segera dicarikan solusinya terutama menyediakan tenaga kesehatan yang semudah membalikan telapak tangan. “Tidak ada kepala daerah yang saat ini yang tidak memikirkan masalah kesehatan rakyatnya, pasalnya sejumlah rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta sama-sama kesulitan akibat banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid 19 sehingga berdampak terhadap layanan kepada masyarakat,†bebernya.
Masyarakat harus sadar, Covid 19 itu ada dan nyata didepan mata, karenanya kesadaran masyarakat berikut dukungannya dibutuhkan sekali agar masalah Covid 19 secara perlahan bisa ditekan. “ Gubernur sudah berulang kali menegaskan betapa pentingnya pencegahan dari hulu yaitu masyarakat secara sadar dan disiplin mematuhi anjuran pemerintah dengan menegakan Prokes Covid 19 seperti memakai masker, mengurangi mobilitas dan tidak berada dalam kerumuman. Jika masyarakat tidak peduli, kondisinya bisa lebih dari apa yang dirasakan pada saat ini dimana RS sudah penuh dengan pasien, jika penuh maka dampaknya juga dirasakan masyarakat karena tidak bisa dilayani dengan maksimal,†bebernya.(SK08)
Berita Lainnya
Festival Noken Daya Tarik PON XX Papua
SAMARINDA (2/10-2021)Memanfaatkan waktu luang selama berada di Jayapura Papua, Kepala Biro Administ ....
- editor@ivan
- 02 Okt 2021
- 890
Gugatan MAKIN Ditolak Mahkamah Konstitusi, ASKB Sah Menangkan Pilkada Kutim
JAKARTA (16/2-2021) Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI) menolak permohonan pasangan Mah ....
- editor@ivan
- 16 Feb 2021
- 1673
Hujan Lebat, Air Laut Pasang : Sangatta Banjir
SANGATTA (19/3-2022) Curahhujan yang tinggi tak mampu ditampung Sungai Sangatta yang juga terkena da ....
- editor@ivan
- 19 Mar 2022
- 696
Awas Corona Terus Menggila, Hari Ini Bertambag 372 Orang
SAMARINDA (24/12-2020)Kasus Covid 19 di Kaltim belum menampakan bakal reda, bahkan jauh. Ini tiada l ....
- editor@ivan
- 24 Des 2020
- 746
KPC Raih Lagi Penghargaan Dari IPRA
SANGATTA (29/1-2020)PT Kaltim Prima Coal (KPC) tak henti-hentinya meraih penghargaan, belum tutup bu ....
- editor@ivan
- 29 Jan 2021
- 663




