Isran Prihatin, Banyak Sudah Tokoh dan Tenaga Kesehatan Tumbang Karena Covid 19
- editor@ivan
- 24 Jul 2021
- 763
Gubernur Kaltim Isra Noor ketika mengikuti salah kegiatan Unmul Samarinda terkait penanganan Covid 19.
SAMARINDAÂ (24/7-2021)
Meski berusaha menutup kesedihannya dengan cara mengajak tamunya atau peserta rapat tertawa, gembira meski yang dibahas serius yakni menyangkut kesehatan dan nyawa orang banyak, namun sebagai manusia biasa, Gubernur Kaltim Isran Noor tak dapat menutup kesedihannya.
Setiap ia akan mengucapkan kalimat soal data pasien, tenaga kesehatan dan kematian warga masyarakat yang terpapar Virus Corona, suaranya tampak berat. “ Sejak Virus Corona diketahui ada di di seantero negara, bahkan merambah Indonesia, tidak sedikit tokoh nasional, daerah, tenaga kesehatan, ulama, ustadz, pejabat, hingga hingga masyarakat yang meninggal dunia, disisi berbagai upaya dilakukan pemerintah beserta kekeuatan elemen lainnya,†kata Isran.
Hal serupa, diakuinya terjadi di Kaltim, ia bahkan tak mampu lagi menghitung berapa banyak rekan-rekannya, gurunya, termasuk PNS Pemprov Kaltim yang wafat. Kondisi ini sungguh memprihatinkan. “Hari ini kita bisa tersenyum, tertawa bahkan menyiyir orang lain terkait Covid 19 terlebih terhadap pemerintah dalam menangani wabvah penyakit yang tak obatnya pamungkasnya ini, namun saya yakin dibalik nyinyiran itu ada rasa khawatir juga karena Covid 19 sudah tambah pintar dengan membelah diri lagi dengan varian baru yang sulit dideteksi,†ujar Isran.
Banyaknya orang-orang penting termasuk tenaga kesehatan yang terpapar bahkan harus merenggang nyawa, diakui Isran sangat mengusik perhatiannya sehingga ia ingin membantu keluarga yang ditinggalkan. “Memang apa yang Pemprov berikan tak menghapus kedukaan itu, namun apa yang bakal diberikan tiada lain bisa memberikan sebagai bentuk empaty atas duka yang dialami keluarga yang ditinggalkan,†ungkap Isran dengan nada amat dalam.
Ia menandaskan dan mengingatkan masyarakat, upaya pemerintah untuk melawan Covid 19 sudah dilakukan sejak awal, segala upaya dikerahkan baik SDM maupun keuangan. Bahkan pada tahun 2020 lalu, sejumlah anggaran dipangkas dialihkan untuk penyediaan APD agar tenaga kesehatan bisa bekerja maksimal . Namun, usaha itupun masih gagal karena masih banyak Nakes yang gugur demi menyelamatkan naywa orang lain. “Kini mari kita saling bantu membantu, sekecil apapun bantuannya sangat berarti seperti jika ada tetangga kita yang terpapar sedang melakukan Isoman, mari kita bantu dengan kemampuan yang ada. Hal serupa tidak menutup kemungkinan bisa menimpa kita dan keluarga,†imbuh Isran seraya mengingatkan masyarakat berbaik baik ketimbang membuat hal-hal negatif yang tidak ada manfaatnya.(SK7/SK8)
Berita Lainnya
Catatan ke Turki (7): Cat Biru Masjid Sultan Ahmed Dihapus
BERADA di kawasanSultan Ahmed, tak elok jika tak berkunjung ke Masjid Sultan Ahmed. Masjid yangberdi ....
- editor@ivan
- 03 Mar 2022
- 653
Sarnoto Tewas Tersengat Listrik
SANGATTA (5/12-2020)Bermaksud memperbaiki mesin pompa, Sarnoto (49) warga Desa Suka Rahmat Kecamatan ....
- editor@ivan
- 05 Des 2020
- 762
Bahrani : PCR Dibutuhkan Dikutim
SANGATTA (22/11)Sejumlah perusahaan di Kutim bersedia membantu Pemkab Kutim mengadakan mobil Polimer ....
- editor@ivan
- 22 Nov 2020
- 707
Dari Dinas PU, AMY Dapat Proyek Senilai Rp28 M
SAMARINDA (20/11) Tigapejabat Pemkab Kutim yakni Mus, Sur dan AET ternyata berperan dalam pencariand ....
- editor@ivan
- 20 Nov 2020
- 621
Selasa, MK Putusan Sidang Sengketa Pilkada Tahun 2020
JAKARTA (12/2-2021)Mahkamah Konstitusi (MK) sudah selesai melakukan tahap awal persidangan dan selan ....
- editor@ivan
- 12 Feb 2021
- 897

