Nasional

Dihantam Covid 19, Kuta Jadi Kota Sepi

Dihantam Covid 19, Kuta Jadi Kota Sepi Kondisi jalan di Kuta Bali ketika dihajar Covid 19

DENPASAR (23/12-2020)

Berharap tahun baru 2021 jumlah wisatawan bertandang ke Bali meningkat, sehingga bisa mendongkrak kelesuan ekonomi masyarakat bisa membaik di penghujung tahun , tiba-tiba hancur total setelah Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan kebijakan bagi wisatawan yang datang yakni swab atau rapid tes antigen.

“Sudah sembilan, Kuta sepi bahkan sepeti kota hantu saja di malam hari. Sebelumnya, jalan-jalan padat dengan wisatawan dan kendaraan kini terbalik, banyak toko dan rumah makan tutup,” kata Samsul – salah seorang sopir travel di Kuta.

Samsul yang membawa Swara Kutim.com keliling Denpasar, Badung dan Kuta serta Seminyak yang selama ini dikenal dengan wisatawan baik domistik maupun manca negara, menyebutkan pegawai toko dan rumah makan bukan lagi dirumahkan tetapi diberhentikan. “Matahari yang besar saja, tutup total dan karyawanya entah kemana sekarang ini,” ungkap pria asal Surabaya – Jatim ini.

Hal senada disebutkan Lia, Soni, April yang kerap melayani wisatawan untuk berkunjung obyek wisata atau sekedar berbelanja. Bahkan  Lia yang mempuyai toko souvenir, menyebutkan sejak 5 bulan lalu tokonya ditutup ketimbang rugi. “Toko disewa, barangnya merupakan titipan tapi akibat Covid 19 semua hancur,” ungkapnya.

Dampak mengamuknya Covid 19, juga dirasakan sejumlah hotel bintang 4 dan 5 di Kuta. Untuk tetap bertahan, terpaksa banting harga. “Tadinya sudah banyak yang booking kamar, tapi semenjak adanya ketentuan baru yakni wajib swab dan antigen bagi wisatan menyebabkan pembatalan besar-besaran bahkan mencapai 133 ribu orang,” terang Ketua PHRI badung , I Gusti Agung Rai Suryawijaya.

Ia mengakui, Bali  sangat bergantung dari sektor pariwisata. Keadaan Bali terutama di Kuta, ujar I Gusti Agung Rai Suryawijaya, sebelum Pandemic Covid 19, jalan-jalan di Kuta baik siang maupun malam padat dengan orang dan kendaraan, namun kini bisa baring di jalan nggak bakalan tabrak mobil.(sK01)


editor@ivan

Penulis Sejak 01 Nov 2020