Catatan ke Turki (8) : Stasiun KRL Terbuka, Penumpang Tetap Lewat Pintu
- editor@ivan
- 04 Mar 2022
- 996
Catatan ke Turki (8) : Stasiun KRL Terbuka, Penumpang Tetap Lewat Pintu
OBYEK wisata di Turki, punya daya tarik tersendiri,
dan menelusuri obyek wisata di negara Presiden Reccep Tayyip Erdogan terutama
di Istanbul tak susah karena sarana transportasinya tersedia banyak, mudah
serta murah.
Namun
paling mudah adalah menggunakan kereta api listrik, pasalnya moda transportasi
ini tersedia hampir 24 jam dan keberangkatannya di setiap stasiun tidak lebih
10 menit. Dengan bermodalkan sebuah kartu transportasi warna merah seharga Rp20
ribu yang saya beli di sebuah kedai, akhirnya saya bisa menjajal Kota Istanbul
boleh dikata dari ujung ke ujung tanpa mengeluarkan uang lebih banyak.
Kereta
api listrik yang hilir mudik di jantung Istanbul ini tidak saja dijajal warga
Turki yang memang menggunakan KRL untuk kerja atau keperluan lainnya, tetapi
wisatawan. Tak heran di setiap stasiun, tampak banyak wisatawan yang antri
dengan sabar menanti KRL yang terbagi beberapa warna seperti merah, hijau dan
biru sesuai rute.
Nah
jika ingin berpindah rute, sebaiknya tidak usah keluar stasiun cukup menunggu
kereta selanjutnya. Karena untuk masuk stasiun, penumpang harus melalui mesin
pemindai kartu sehingga saldo di kartu bisa berkurang.
Menariknya,
setiap stasiun hanya ada satu orang petugas yang siap membantu jika ada
penumpang kesulitan. Kalaupun saldo kartu tak cukup, tidak harus panik karena
di sekitar stasiun ada mesin pengisi saldo.
Yang
membuat saya kaget, stasiun KRL di Istanbul tak sama yang ada di Jakarta dimana
tertutup sehingga penumpang tak bisa leluasa masuk jika tidak masuk pintu otomatis.
Sementara di Istanbul, terbuka lebar. Penumpang bisa saja masuk bebas tanpa harus
melewati mesin pintu, namun saya amati tak
satupun ada penumpang yang memanfaatkan. “Ada yang mengawasi, kalau nggak jujur nanti yang mengawasi akan
menghukumnya,†ucap seorang warga Istanbul ketika saya tanya kenapa orang-orang
masuk stasiun tetap melewati pintu meski jalan lain terbuka lebar dan tidak
diawasi.
Melihat
kejujuran penumpang di Istanbul ini, membuat saya berdecak kagum, Sayapun
langsung ingat KRL di Jakarta yang melayani Jakarta – Depok, Bekasi hingga
Bogor yang kerap penuh sesak.(bersambung/syafranuddin)
Berita Lainnya
Mabit di Muzdalifah Tidak Berdesakan, Bahkan Ada Kasur
SANGATTA (20/7-2021)Setelah melaksanakan wukuf di Arafah, jamaa haji tahun 2021 usai magribnbsp; mel ....
- editor@ivan
- 20 Jul 2021
- 1270
Yudha : Vaksin Corona Dibawa ke Samarinda Dikawal Anggota Brimob
SAMARINDA (5/1-2021)Vaksin Corona yang sudah dinanti-nanti masyarakat, menurut Sekretaris Satuan Tug ....
- editor@ivan
- 05 Jan 2021
- 594
Kasus C19 Naik, Kaltim Butuh Vaksin Banyak
SAMARINDA (17/7-2021)Menipisnya ketersediaan vaksin Covid 19 di Kaltim menjadi perhatian Gubernur Is ....
- editor@ivan
- 17 Jul 2021
- 636
Diserang Corona, Wakapolres Kutim Wafat
SAMAINDA (13/11)Wakapolres Kutim Kompol Riswandi menjelang shalat Jumat, tepatnya pukul 11.30 WITA m ....
- editor@ivan
- 13 Nov 2020
- 809
Causeway Pelabuhan Laut Menunggu APBD-P Tahun 2021
SANGATTA (17/12-2020)Karena terlambat diserahkan ke Pemkab Kutim, kelanjutan pembangunannbsp; Causew ....
- editor@ivan
- 17 Des 2020
- 1262

