Salah satu surat suara yang dianggap tak sah
SANGATTA (18/12-2020)
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim mengaku lega telah menuntaskan rapat pleno hasil pemungutan suara Pilkada Kutim Tahun 2020 meski harus menguras energy namun semua tetap dalam koridor aturan yang berlaku.
Kepada Swara Kutim.com, Ketua KPU Ulfa Jamiatul Farida mengaku senang dan bangga dengan jajaran PPK dan KPPS yang bekerja sesuai aturan yakni PKPU sehingga permasalahan bisa diminimalisir. Meski demikian, ia menyadari ada yang merasa belum puas dengan kinerja KPU terutama terkait pelaksanaan pemungutan suara. “Ketidakpuasan itu sah-sah saja, dan dengan hasil pleno yang ada bisa dilakukan gugatan melalui mekanisme yang ada yakni Mahkamah Konstitusi,†terangnya.
Dengan raut wajah yang tampak lelah, Ulfa menyebutkan apa yang dilakukan KPU Kutim selama ini dalam koridor aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dan KPU Pusat. Karena itu, ujar Ulfa jika merasa ada masalah buktikan karena dalam rapat pleno ada Bawaslu.
Terkait adanya ancaman yang mengarah kepada dirinya dan keluarga, Ulfa tidak mengubris mendalam karena ia memberikan kepercayaan kepada Polres Kutim menangani karena masalah ancaman merupakan masalah pidana bukan UU Pemilu.
Ulfa menyebutkan dalam proses pleno semua didokumentasikan lengkap, selain itu disaksikan banyak pihak. Bahkan saat perhitungan suara di TPS masyarakat ikut menyaksikan meski Pandemic Covid 19 selain itu ada saksi masing-masing Paslon. “Semua terang benderang, jadi kalau ada Palson yang ingin membawa ke MK kami di KPU siap,†bebernya.
Rapat pleno yang berakhir Kamis (17/12) pukul 18.17 Wita kemarin, diketahui surat suara yang dinyatakan sah sebanyak 152.136 lembar sedangkan tidak sah sebanyak 2.587 lembar. Berdasarkan perhitungan akhir, pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) meraih suara terbanyak yakni 71.797 suara, kemudian pasangan Mahyunadi – Lulu Kinsu (Makin) 55.050 suara dan Awang Ferdian – Uce Prasetyo (AFI-UCE) ditempat ketiga dengan perolehan 25.289 suara.
Pasangan MAKIN yang diusung 6 parpol dengan anggota paling banyak hanya menang di Long Mesangat,Busang, Sangkulirang Sandaran, dan Muara Ancalong. Sementara ASKB, menang di 14 kecamatan yakni Karangan, Batu Ampar, Telen, Kombeng, Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung Muara Wahau, Muara Bengkal dan Sangatta Utara.
Bahkan di Sangatta Utara yang mempunyai TPS serat pemilih terbanyak, ASKB menang telak yakni meraih 22.936 suara sementara Makin hanya 13.722 suara dan AFI – UCE sebanyak 9.072 suara.(sK01/02/03)
Berita Lainnya
Dinilai Behasil, Isran Mendapat Penghargaan PBJ
JAKARTA (18/11)Gubernur Kaltimnbsp; Isran Noor, dinilai berhasil dalam melaksanakan pengadaan barang ....
- editor@ivan
- 18 Nov 2020
- 602
Perusahaan wajib ikuti harga TBS sesusai SK Gubernur
SANGATTA (17/6)Perusahaan kelapa sawit y ang bermitra dengan petani sawitdalam membeli Tandan Buah S ....
Alfi : APBD Wajib Bisa Diakses Masyarakat
SANGATTA (7/11)Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) tampaknya saat ini fokus dengan Kutim, entah ada in ....
SEMUA ELEMEN HADIRI PERINGATAN HARI BHAYANGKARA KE 80
SANGATTA (1/7)Peringatan Hari Bhayangkara ke 80di kutim tergolong istimewa, pasalnya hampir semua el ....
Pemkab dan kpc Kerjasama layani penerbangan terbatas dari TJ Bara ke Balikpapan,PP.
SANGATTAPemkab Kutim kembali bekerjasama dengan b PT Kaltim PrimaCoal (KPC) kembali melakukan layana ....

