pemuda

Kasus Tabang Polda harapkankan masyarakat tidak termakan isu  medsos

Kasus Tabang Polda harapkankan masyarakat tidak termakan isu  medsos KOMBES POL TEDDY SOEPANDI.

 BALIKPAPAN.

Kepolisian daerah kaltim memperkuat pendekatan kepada masyarakat untuk mencegah isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) meluas setelah kericuhan terjadi di Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Soepandi, mengungkapkan bahwa Polda Kaltim tidak hanya memantau percakapan di media sosial, tetapi juga menggandeng tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif.

 

Langkah tersebut dilakukan karena video kericuhan yang beredar di jagat maya sempat berkembang dengan narasi bernuansa SARA. Polisi khawatir informasi yang tidak sesuai fakta memicu kesalahpahaman dan memperbesar persoalan di tengah masyarakat.

 

Tedy mengatakan kepolisian mengambil sejumlah langkah untuk mencegah narasi tersebut berkembang lebih jauh.

 

 

"Untuk mencegahberkembangnya isu SARA itu, kepolisian   Kaltim dan Polres Kukar serta Polsek Tabang  sudah penyelidikan, dan  terungkap peristiwa pidana dan pelakunya, serta dilakukan kegiatan penggalangan terhadap tokoh-tokoh seperti tokoh adat, agama, maupun tokoh pemuda," jelas Tedy

 

Menurut Tedy, keterlibatan tokoh-tokoh merupakan hal terpenting untuk tidak menyebabkan kejadian di Tabang meluas ke daerah lain. ‘’peran tokoh tokoh tersebut sangat penting sekali dan diharapkan dapat membantu meredam narasi yang berpotensi memecah masyarakat sekaligus menyampaikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya,’ aku Teddy.

 

Polda Kaltim terus  melakukan pemantauan terhadap informasi yang beredar di media sosial. Patroli siber dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran informasi keliru atau hoaks yang dapat menimbulkan multitafsir terhadap peristiwa di Tabang.

 

"Jelaspatroli siber dikerahkan untuk menekan informasi ataupun yang keliru di medsos, biar masalah yang berkembang itu jangan sampai menimbulkan multitafsir," tegasnya.

 

 

Diakui  menjaga situasi tetsap amsan terkendali  tidak hanya dilakukan di ruang digital. Personel Ditintelkam Polda Kaltim bersama jajaran Polres Kukar dan Polsek Tabang terus memantau kondisi di lapangan.’’pemantauan sementara menunjukkan situasi Tabang dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Polisi juga memastikan tidak terdapat konsentrasi massa yang berpotensi memicu gangguan keamanan lanjutan,’’ ungkapnya.

Kepolisian, lkanjut Teddy  tetap mengedepankan proses hukum untuk mengungkap peristiwa yang menjadi pemicu kericuhan. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lapangan, sehingga masyarakat tidak perlu mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi terlebih di media sosial.

Ia menambahkan kasus di Tabang ini bermula dari ditemukannya berinisial I dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa itu sebelumnya sempat diisukan sebagai kecelakaan lalu lintas.

namun, hasil olah TKP oleh personel Satlantas tidak menemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada kecelakaan lalu lintas. Sementara pemeriksaan sejumlah saksi oleh Unit Reskrim Polsek Tabang justru menemukan petunjuk kuat yang mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.

 

"Temuan inilah yang kini dijadikan dasar kepolisian untuk membongkar terang rangkaian peristiwa tersebut," tuturnya.

 

Rangkaian kejadian kemudian turut diwarnai pembakaran warung makan milik warga berinisial S oleh sekelompok pemuda. Aksi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan penjualan minuman keras.

 

Mempercepat pengungkapan perkara, Kapolres Kutai Kartanegara memimpin gelar perkara di Mako Polsek Tabang, pada Minggu (9/8/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 Wita. Hasilnya ada 9 nama diduga terlibat.

 

Sehingga Unit Reskrim Polsek Tabang juga mendapat dukungan Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim dalam melakukan penyelidikan."Penyidik telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku," ungkap Tedy.

‘’Kami minta  masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial, terutama informasi yang membawa-bawa identitas kelompok tanpa dasar fakta.,’’ harap Teddy seraya menambahkan Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang valid.dan kami berharap tokoh- tokoh masyarakat agar ikut menjaga situasi Tabang tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” pesannya (SK06)

 

 

Share to:

Ivan

Editor