Suasan rakor evaluasi PPKM yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
SAMARINDA (17/7-2021)
Menipisnya ketersediaan vaksin Covid 19 di Kaltim menjadi perhatian Gubernur Isran Noor, disisi lain kasus Covid 19 belum ada tanda-tanda turun. Saat mengikuti Rakor Evaluasi Penerapan PPKM, Sabtu (17/7), disebutkan kebutuhan vaksin Covid 19 banyak seiring animo masyarakat tinggi.
Rendahnya realisasi vaksin Covid 19, sebut Isran tiada lain karena vaksinya yang akan disuntikan kurang. “Saat ini realisasi vaksinasi diakui rendah, namun penyebabnya bukan masyarakat tidak mau divaksin tetapi vaksinya masih kurang,†sebut Isran pada Rakor digelar virtual oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Bersama Wagub Hadi Mulyadi, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro serta Kepala OPD, disebutkan Kaltim prevalensinya nomor dua setelah DKI. Sementara, jumlah penduduk sedikit tapi banyak yang terkonfirmasi positif bahkan banyak yang meninggal dunia. “Kepada Menteri Kesehatan kami mohon vaksin ditambah, Kaltim sebenarnya ingin melaksanakan vaksin itu tetapi stoknya tidak ada," kata Isran Noor.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Rakortas digelar untuk mengetahui pelaksanaan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat di 14 Provinsi, 29 Kabupaten dan Kota diluar Pulau Jawa-Bali sejak 3 Juli-20 Juli.
Airlangga menyebutkan, saat ini pemerintah pusat sedang mempertimbangkan penerapan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat, apakah diperpanjang atau tidak. “Sebagai bahan keputusan melihat data terakhir yang masuk pada hari Ahad 18 Juli besok dan setelah itu Senin, 19 Juli akan diputuskan. Jika keputusannya jadi diperpanjang, maka akan diberlalukan pada Rabu, 21 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 atau selama dua minggu. Hasil evaluasi nanti ada daerah yang diturunkan statusnya dari darurat ke diperketat, namun ada juga yang dinaikkan statusnya dari diperketat ke darurat," beber Airlangga.
Hingga Sabtu (17/7), Kaltim merupakan provinsi dengan kenaikan jumlah kasus tertinggi yakni 8.126 kasus dengan BOR lebih dari 80 persen dan tingkat konversi TT isolasi 35 persen. Pemerintah pusat juga sudah menetapkan Berau, Bontang dan Balikpapan sebagai daerah yang wajib melaksanakan PPKM Darurat.(SK07)
Berita Lainnya
Nyumpet di Sungai Kandolo, Seorang Maling Nyaris Dimakan Buaya
SANGATTA (3/3-2021)Kawanan pencuri antarkota, Selasa (2/3) kemarin berhasil dibekuk Tim Macan Polres ....
- editor@ivan
- 03 Mar 2021
- 732
Ardiansyah : Mengabdi Kepada Negara Tidak Hanya Semasa Menjadi PNS
SANGATTA (21/4-2022)Sebagai abdi negara danmasyarakat yang selama ini dijalankan oleh para Pegawai N ....
- editor@ivan
- 21 Apr 2022
- 793
SKK Migas Kalsus Sumbang 60 Ton Oksigen
SAMARINDA (21/7-2021)Gubernur Kaltim Isran Noor bersyukur kepada Allah SWT, disaat kebutuhan akan ok ....
- editor@ivan
- 21 Jul 2021
- 962
Tekan Penyebaran Corona, Gubernur Terbitkan Ingup Terbaru
SAMARINDA (2/7-2021)Setelah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pencegahan dan penanganan penyeba ....
- editor@ivan
- 02 Jul 2021
- 579
Lewat Virtual, Keluarga Bisa Ikut Menyaksikan Langsung Pelantikan
SANGATTA (26/2-2021)Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan enam kepala daerah gelombang p ....
- editor@ivan
- 26 Feb 2021
- 571




