Isran Minta Guru Honorer Yang Sudah 5 Tahun Lebih Mengabdi Langsung Diangkat Sebagai PPPK
- editor@ivan
- 24 Mar 2021
- 916
Gubernur Kaltim isran Noor saat menyerahkan data guru dan tenaga kesehatan Kaltim yang masih berstatus tenaga honorer kepada Komisi X DPR-RI.(Foto Humas Kaltim)
JAKARTA (24/3-2021)
Gubernur Kaltim Isran Noor selain mengusulkan ribuan tenaga guru serta kesehatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang gajinya setara dengan ASN ini, juga proses pengangkatannya tidak berbelit-belit terutama kepada tenaga honorer yang sudah mengabdi di atas 5 tahun terlebih 10 tahun.
“Mereka tenaga honorer yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun terlebih 10 tahun sebaiknya enggak usah diikutkan tes tapi diangkat langsung, karena kalau menjalani tes akan kalah dengan yang belum lama mengabdi apalagi yang baru selesai pendidikan,†sebut Isran ketika mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR-RI.
Mantan Bupati Kutim ini mengaku banyak tenaga guru dan kesehatan yang sudah lama mengabdi, namun karena sudah lama meninggalkan bangku sekolah sudah banyak tidak ingat dengan pengetahuan umum, namun mereka kompeten dibidangnya karena setiap hari bekerja.
Disebutkan, jika tenaga honorer terutama guru untuk bisa menjadi PPK harus mengikuti seleksi dengan sistem komputer bakal banyak yang gugur terutama yang mengabdi jauh dari perkotaan dan tidak akrab dengan komputer. “Mereka – mereka yang dengan tulus ihlas mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa ini, hendaknya patut diberikan penghargaan dengan mengangkat mereka sebagai PPPK sehingga taraf kesejahteraannya lebih baik lagi, tapi kalau mereka harus mengikuti seleksi dengan CAT tentu harapan menjadi PPPK kabur apalagi menjadi ASN,†bebernya dalam pertemuan yang dipimpin Anggota Komisi X Abdul Fikri Faqih.
Isran Noor memaparkan di tahun 2021 Pemprov Kaltim menganggarkan Rp89 miliar untuk membayar gaji 2.513 guru dan tenaga kependidikan honorer. Selain itu, masih ada tenaga guru honorer lainnya sebanyak 2,453 orang yang dibayarkan gajinya melalui Bosda dan Bosnas dengan besaran gaji berbeda-beda. “Tenaga non ASN yang diusulkan diangkat menjadi ASN atau PPPK yang gaji seluruhnya harus ditanggung pemerintah pusat, sehingga tidak menganggu keuangan daerah," sebut mantan Bupati Kutim ini.(sK012)
Berita Lainnya
ASKB Siap Hadapi Sidang di MK, Bersyukur Permintaan Dikabulkan Majelis
JAKARTA (27/1-2021)Meski tidak secara langsung di gugata pasangan Mahyunadi Lulu Kinsu, namunnbsp; ....
- editor@ivan
- 27 Jan 2021
- 780
BESOK JAMAAH HAJI KUTIM DAN BERAU DATANG
balikpapan,(21/6)jamaah haji kutim sebanyak 178 orang , AHAD (22/6) besok dijadwalkan tibadi balikpa ....
- editor@ivan
- 21 Jun 2025
- 69
Ivan : Dengan Berdiam Diri Di Rumah Ikut Membantu Pemerintah Melawan Corona
SAMARINDA (6/2-2021)Sehubungan Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 tahun 2021yang ditujukan kepada Bup ....
- editor@ivan
- 06 Feb 2021
- 633
guburnur harum minta semua pihak sukseskan PSU Mahakam Hulu
SAMARINDA (22/5)Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Masud (Harum) bersamaPangdam VI Mulawarman Mayje ....
- editor@ivan
- 22 Mei 2025
- 88
Dinilai Behasil, Isran Mendapat Penghargaan PBJ
JAKARTA (18/11)Gubernur Kaltimnbsp; Isran Noor, dinilai berhasil dalam melaksanakan pengadaan barang ....
- editor@ivan
- 18 Nov 2020
- 531




