hat-hati melaut ombak setinggi 2 meter mengancam perahu kecil
SANGATTA
BULAN Agutus hingga September
menurut sejumlah warga pesisir Kutim merupakan musim angin janda atau angin selatan yang terkenal keganasannya, karena bagi sejumlah warga mengungkapkan masyarakat dan nelayan yang melaut di musim angin selatan kerap tidak kembali ke rumah dalam keadaan hidup kartena
mengalami kecelakaan di laut hingga meninggal dunia.
Ini cukup beralasan, karena
Basarnas Pos Sangatta menyebutkan rata-rata ketinggian gelombang dan kecepatan
angin di bulan Agustus dan September cukup tinggi. Hingga Rabu sore Basarnas Pos
Sangatta mencetat ketinggian gelombang antara 1,5 hingga 2 meter sementsra
kecepatan angin berkisar antara 14 hingga 15 knot. ‘’kondisi cuaca ini sangat berbahaya buat kapal kecil keluar terlebih sore hari,’ pesan koordinator Basarnas
Pos Sangatta Dwi adi W
Himbauan agar memp[erhatikan
keasdaan cuaca dan selalu mengenakan alat keselamatan seperti pelampung juga
ditujukannya kepada mreka yang hobi memancing di laut. ‘’selalu pantau cuaca karena saat ini sangat bahaya jika tidak mengetahui prakiraan
cuaca dan apalagi tidak dilengkapi alat keselamatan diri rawan sekali akan selamat
bila terkena ombak setinggi 2 meter yang kerap datang tiba-tiba,’ imbuh pria
yang akrab disapa bowo ini.
Sebelum berangkat, lanjutnya, rencanakan
kegiatan dengan matang termasuk posisi alat keselamatan ditempatkan pada lokasi
yang mudah dijangkau dan tidak diikat terlalu erat namun mudah terlepas jika
ditarik.
Imbau Basarnas Pos Sangatta
ini dilontarkan Bowo karena dalam beberapa bulan terdapat sejumlah nelayan asal
Muara Badak dan Bontang yang mengalami kecelakaan di lut, terakhir alm
Zainuddin (60 ) warga Bontang Kuala yang mengalami kecelakaan saat memasang
jaring di Perairan Bontang Lestari.
Jasad warga Bontang Kuala
Bontang ini ditemukan Selasa (18/8) pukul 16.20 Wita di Sekitar Pantai Perencis
Sangatta Utara dalam keadaan mengenaskan. Beberapa hari sebelumnya tim gabungan
dari Bontang menemukan perahu almarhum tenggelam namun tidak menemukan warga
Jalan Batu Sahasa Bontang Kuala sehingga areal pencarian diperluas hingga
Kutim. Sementara almarhum diperkirakan mengalami kecelakaan di laut pada Jumat
(14/8)’’ korban pergi melaut ke pulau Tobok Batang Bontang Kamis (13/80 namun
hingga jumat petang tidak kembali ke rumah sehingga keluarga dan masyarakat
melakukan pencarian yang hasilnya menemukan perahu korban dalam keadaan
tenggelam,’’ ujar Bowo.(sk01)
Berita Lainnya
OPD Wajib Sukseskan Gernas BBI
SAMARINDA(11/10-2021)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Mensukse ....
- editor@ivan
- 11 Okt 2021
- 638
napak tilas JALAN KAKI DARI ARAFAH KE MASJIDIL HARAM
Napak tilas perjalanan haji nabimuhammad saw banyak dilakukan jamaah haji dari berbagai negara. pada ....
- editor@ivan
- 02 Jun 2025
- 190
Isran Senang Perjuangan Sultan Muhammad Idris Diakui Pemerintah
Isran Senang Sultan AjiMuhammad Idris Menjadi Pahlawan NasionalLONDON (8/11-2021)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp ....
- editor@ivan
- 08 Nov 2021
- 1165
jadi bandar dan kuda narkotika 2 oknum mahasiswa ditangkap Resnarkoba Polda Kaltim
SANGATTA.AY (33)dan S(30) hanya tertunduk lesu menatap lantai kamar kosnya. Dari rautwajah Keduanya ....
Isran : Daerah Jangan Sungkan Koordinasi Dengan Provinsi
SAMARINDA (26/2-2021)Enamnbsp; daerah di Kaltim, sejak Jumat (26/2) memilki kepala daerah baru hasil ....
- editor@ivan
- 26 Feb 2021
- 655


