JPP Simpang Perdau diresmikan penggunaanya
SANGATTA
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meresmikan
pengoperasian Jalan Pengalih Permanen (JPP) di ruas Jalan Nasional Simpang
Perdau–Tepian Langsat, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (19/8).Jalan sepanjang 18,6
kilometer tersebut menjadi akses baru bagi masyarakat sekaligus jalur
penghubung yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan mendukung
aktivitas ekonomi di Kutai Timur.
Peresmian URAT NADI JALAN KE Pedalaman Kutim hingga Berau
ini dilakukan Gubernur Rudy Mas’ud bersama Bupati Kutai Timur Ardiansyah
Sulaiman dan Presiden Direktur serta CEO PT Kaltim Prima Coal (KPC) Muhammad
Rudy serta Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)
Kalimantan Timur Akmizal.
Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan pengganti tersebut, khususnya
jajaran KPC, Kaltim Nusantara Coal (KNC), serta kementerian terkait yang
memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut.
Menurutnya keberadaan
jalan yang layak dan aman memiliki peran strategis dalam menggerakkan
perekonomian daerah. "Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran
KPC, KNC, dan semua kementerian yang telah mendukung pembangunan jalan
pengganti ini," kata Rudy
Ia mengibaratkan jalan sebagai urat nadi dalam tubuh. Jika terganggu, maka berbagai persoalan akan muncul
dan menghambat aktivitas masyarakat maupun dunia usaha."Kebermanfaatan
jalan ini seperti urat nadi. Kalau dia tersumbat, keluar penyakitnya
macam-macam, aneh-aneh. Begitu juga dengan jalan," ujarnya.
Sebaliknya, kata Rudy, infrastruktur jalan yang baik akan
memperlancar mobilitas orang dan barang, mendorong pertumbuhan investasi, serta
memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat."Jalan yang
baik akan mendorong pertumbuhan investasi, perusahaan semakin maju, dan
masyarakat memperoleh lebih banyak manfaat," katanya.
Iapun menegaskan
pembangunan jalan pengganti tidak boleh hanya dilihat dari sisi kepentingan
perusahaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses
transportasi yang aman dan nyaman."Jangan sampai batubaranya bisa keluar,
masyarakatnya malah tidak bisa keluar karena akses jalan rusak dan hancur
akibat kegiatan pertambangan dan blasting," tegasnya.
Meski mengapresiasi kondisi jalan yang telah mulus dan relatif
rata, Rudy tetap memberikan sejumlah catatan kepada pihak terkait.Salah satunya
meminta perusahaan menyiapkan lampu penerangan jalan umum di sepanjang jalur
tersebut. Penerangan dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan
keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
"Pertama, perusahaan diminta menyiapkan lampu
penerangan jalan umum demi keamanan dan keselamatan," katanya.
Selain itu, ia meminta jajaran kepolisian melakukan
pengawasan secara rutin. Jalur baru tersebut diharapkan tidak dimanfaatkan
untuk aktivitas yang membahayakan masyarakat, seperti balap liar.
"Kepolisian juga diminta secara rutin menjaga jalur
tersebut agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, seperti
balap liar dan kegiatan sejenis," ujarnya.
Rudy meminta KPC segera melanjutkan pembangunan jalan
pengganti untuk rute Sangatta–Simpang Perdau.pasalnya Jalur se panjang 14
kilometer dan masih ditemukan sejumlah titik yang mengalami longsor.
Menurut Rudy, pembangunan akses lanjutan tersebut penting
untuk memastikan konektivitas kawasan tetap terjaga dan tidak menimbulkan
persoalan baru di kemudian hari."KPC juga harus segera membangun jalan
pengganti selanjutnya untuk rute Sangatta–Simpang Perdau, sekitar 14 kilometer.
Di jalur tersebut masih terdapat sejumlah titik jalan yang mengalami
longsor," katanya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut menjadi
bagian dari komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk
menciptakan akses transportasi yang mendukung kegiatan ekonomi sekaligus
memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO KPC Muhammad Rudy
mengatakan pengoperasian Jalan Pengalih Permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat
merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurut dia, konektivitas menjadi salah satu fondasi penting
dalam pembangunan daerah. Karena itu, pembangunan jalan tersebut diharapkan
tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga memberikan manfaat
ekonomi dalam jangka panjang.
"Keberhasilan pengoperasian jalan pengganti ini dapat
terwujud berkat kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.
Konektivitas merupakan fondasi pembangunan daerah," kata Muhammad Rudy.
Ia mengatakan pembangunan jalan tersebut membutuhkan waktu
sekitar dua tahun dengan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai perusahaan pelaksana.
Jalan dibangun dengan mengacu pada standar jalan nasional
dan telah melalui proses audit serta verifikasi keselamatan jalan.
"Jalan ini dibangun dalam waktu dua tahun. Perusahaan
pelaksananya adalah PT Wijaya Karya. Jalan ini dibangun dengan standar jalan
nasional dan sudah melalui proses audit verifikasi keselamatan jalan,"
jelasnya.
Muhammad Rudy menambahkan pembangunan infrastruktur tersebut
merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memberikan nilai
tambah dan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan bagi Kutai Timur dan
Kalimantan Timur.
Ia berharap jalan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat
secara optimal dan memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah.
"Ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk
memberikan nilai tambah dan kontribusi ekonomi berkelanjutan bagi Kutai Timur
dan Kalimantan Timur. Semoga jalan ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi
masyarakat," ujarnya.
Data yang diperoleh, total panjang trase jalan pengganti tersebut
mencapai 22,05 kilometer. Infrastruktur itu terdiri atas 3,45 kilometer Jalan
Pengalih Sementara (JPS) dengan konstruksi flexible pavement dan 18,6 kilometer
Jalan Pengalih Permanen (JPP).
Untuk ruas JPP sepanjang 18,6 kilometer, konstruksinya
terdiri atas 12,85 kilometer menggunakan rigid pavement dan 5,35 kilometer
menggunakan konstruksi cakar ayam modifikasi.
Pembangunan tersebut juga dilengkapi Jembatan Kanguru atau
underpass sepanjang 40 meter serta 24 box culvert.Selain itu, terdapat
underpass beton di STA 14+700 Tepian Langsat yang dibangun oleh Kaltim
Nusantara Coal, salah satu unit usaha Ithaca Resources.(sk03)
Berita Lainnya
Presiden Hari Ini ke IKN
BALIKPAPANnbsp; (14/3-2022)Presiden Jokowinbsp; akan berada di Kaltim selama tiga hariyakninbsp; sej ....
- editor@ivan
- 14 Mar 2022
- 458
Belum Dipastikan Jadwal Presiden Berkemah di IKN
SAMARINDA (25/2-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; RencanaP ....
- editor@ivan
- 25 Feb 2022
- 789
jasad ketut ditemukan nelayan sore tadi
SANGATTA(29/5)Pencarian jasad ketut, kamis(29/5) pukul 17.45 wita resmi dihentikan setelah jasa ketu ....
- editor@ivan
- 29 Mei 2025
- 121
Stok Sembako Di Kaltim Aman, Jangan Panik
SAMARINDA(9/4-2022)Stok sejumlah barang terutama Sembilan Bahan Pokok (Sembako) diKaltim, tergolong ....
- editor@ivan
- 09 Apr 2022
- 605
kini lihat aksi kejahatan warga kutim segera lapor lewat call 110 tanpa pulsa
SANGATTA (20/6) seiring kemajuan teknologi informasi, Polres Kutai Timur (Kutim) tidak mau berdiamdi ....


