Agama

ribuan ummat Islam ikuti tablig akbar bersama ustads das'ad latif di masjid al Faruq

ribuan ummat Islam ikuti tablig akbar bersama ustads das'ad latif di masjid al Faruq ustads das'ad latif saat memberikan tausiah

SANGATTA        (1/11)

Kerinduan ummat Islam di Sanggata untuk berjumpa langsung dengan ustadz Da’sad Latif akhirnya terwujud setelah LAZ Swara Mandiri Ummat menggelar tablig akbar dan doa bersama bagi Indonesia dan Palestina di pelataran indoor Masjid Agung Al Faruq, Ahad (1/11) pagi.

Tablig yang dihasiri ribuan ummat Islam ini, disambut suka cita Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dan Forkopimda Kutim. Tablig yan diawali marawis dan pembacaan ayat Suci Al Quran oleh  Ustaz M MISRAN juara 1 MTQ nasional kemudian dilanjutkan dengan gambaran Palestina oleh ustadz Ahsanur Achmad LC MH.

Dalam tausiahnya, Ustadz Ahsanur Achmad secara detail menggambarkan keadaan warga Palestina saat dibombir Israel

Sementara Bupati Ardiansyah berharap tablig akbar yang digelar di masjid termegah di Kutim ini, membawa keberkahanbagi seluruh lapisan masyarakat Kutim  khususnya di tengah berbagai  tantangan yang terjadi masalah  lingkungan.’’alhamdulillah pada tahun 2024 lalu pernah berharap ustadz  da’sad  latif bisa kembali datang ke Kutim,’’ kata Bupati Ardiansyah.

Dalam majelis yang dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah tersebut, Bupati tidak lupa menyampaikan penghormatan dan sapaan hangat jamaah yang memadati Masjid Al Faruq, Ketua dan anggota DPRD Kutim,  serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Timur.

Selain itu, ia juga menyapa jajaran pejabat internal pemerintah daerah, termasuk para asisten, staf ahli, serta para kepala Perangkat Daerah (PD). Turut disapa pula tokoh-tokoh agama penting seperti Ketua Nahdlatul Ulama, Ketua Muhammadiyah, para pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, tokoh masyarakat, perwakilan manajemen dari berbagai perusahaan, serta seluruh hadirin yang memadati lokasi acara.

Tabligh Akbar dan doa bersama ini, kata  Bupati Ardiansyah bertepatan dengan kondisi krusial, yakni Kutim terutama Sangatta dan sekitarnya  dilanda  kabut asap akibat Karhutla . Di hadapan para jamaah, ia menegaskan bahwa kedatangan sang penceramah di tengah ujian yang cukup lebat di Sangatta ini diyakini sebagai sebuah pertanda turunnya keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di pagi hari tersebut."Kehadiran majelis ilmu dan kegiatan tabligh akbar ini diharapkan mampu memberikan makna yang lebih mendalam dan menguatkan mental masyarakat di tengah-tengah sisa-sisa bencana kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut hingga saat ini," sebut Bupati Ardiansyah.

Secara khusus Ardiansyah mengajak seluruh warganya untuk merenung dan tidak melihat peristiwa Karhutla  sekadar sebagai fenomena musibah alam yang membuat manusia berpaling dari Tuhan. Ia menekankan bahwa bencana Karhutla  dipahami sebagai sebuah isyarat dan panggilan spiritual yang kuat. kabut asap ini pada hakikatnya adalah isyarat agar umat manusia harus lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Bupati yang kerap disapa ustadz ini  menitip harapan besar kepada seluruh jamaah Tablig Akbar yang berjumlah 6000 orang  agar  benar-benar memperhatikan, mendengarkan dengan saksama, dan meresapi setiap ilmu serta pencerahan yang disampaikan oleh penceramah."Penerapan ilmu agama ini dinilai sangat penting agar kelak sepulangnya dari majelis, warga mendapatkan pencerahan yang dapat dipraktikkan secara langsung dan nyata di dalam kehidupan pribadi, di tengah lingkungan keluarga, saat berinteraksi dengan tetangga, hingga berkontribusi positif bagi tatanan masyarakat luas," kata Bupati.

Sementara Ustadz Das’ad Latif dalam tablig bertemakan Menguatkan Iman dan Kepedulian Kemanusiaan tausiahnya mengakui keteguhan ummat Islam di Sangatta untuk menghadiri Tablig Akbar. “kehadiraan jamaah di Masjid Al Faruq dinilai ustadz asal Sulsel ini berhasil mengalahkan setan karena sebelum ke tablig banyak bujukan setan untuk tidak datang ke tablig akbar,’’ sebut ustadz yang punya gaya komunikasi khs ini. (sk01)

 

Share to:

Ivan

Editor