Nasional

puluhan pelajar di Papua diduga keracunan setelah menikmati MBG

puluhan pelajar di Papua diduga keracunan setelah menikmati MBG pasien korban makan makanan MBG terpaksa di rawat di luar rumah sakit karena sudah over kapasitas.

 

PAPUA,

kasus keracunan massal setelah makan makanan bergizi gratis (mbg) kembali terjadi setelah di semarang jawa tengah, kasus serupa kembali terjadi menimpasejumlahpelajar paud, sd, smp di wilayah distrik depapre, kabupaten jayapura, rabu (5/8).

 

 informasi yang diperoleh wartawan, kini kondisi di posko & puskesmas depapre sempat mengalamiover kapasitas luar biasa karena lonjakan jumlah korban yang mencapai 80 siswa. karenaketerbatasan ruang rawat dan fasilitas, posko medis terpaksa melakukan pembagian rujukan evakuasi ke beberapa rumah sakit dan puskesmas terdekat sejak dini hari tadi,

saat ini korban yang dirawat di rsud yowari sebanyak 43 orang  karena igd sudah penuh sudah over kapasitas pihak rs mendirikan tenda darurat di halaman luar rs. kemudian di puskesmas sentani: merawat 11 pasien orang, puskesmas waibu: merawat 11 pasien orang, puskesmas harapan: merawat 10 pasien anak serta rsup jayapura: menangani 8 orang.

pelajar yang kini sedang dalam perawatan yakni dari kampung waiya, tablasupa, nusu, dormena, dan kendate. selain siswa, juga dilaporkan minimal ada 1 orang guru yang  menjadi korban. seluruh korban mengeluhkan mual, terang sumber media ini, kemudian mengalami  muntah-muntah hebat, pusing, sakit perut melilit, dan badan lemas. ‘’itujadi beberapa jam setelah mengonsumsi paket makanan yang terdiri nasi, telur, dan tempe,’ sebut sumber terpercaya media ini di papua.

anton mote - kepala dinas kesehatan kabupaten jayapura menyebutkan  seluruh ugd puskesmas sekitar kota sentani sudah diaktifkan penuh dengan sistem triase darurat.kabar baiknya, informasi terbaru di rsup jayapura menerangkan kondisi umum anak-anak keracunan  sudah mendapat penanganan perawatan medis berupa pemberian  infus dan terapi obat penawar  sehingga kini berangsur membaik dan stabil.’’ dinas kesehatan dan berwenang sedang menguji sampel sisa makanan di laboratorium untuk mengidentifikasi zat atau bakteri penyebab keracunan massal di ujung timur indonesia ini,’’ ungkap sumber tadi.(sk01)

 

 

Share to:

Ivan

Editor