Kesehatan

kasus ISPA meningkat di Muara Ancalong selama Karhutla

kasus ISPA meningkat di Muara Ancalong selama Karhutla dr John Petra Karo Sekali MAP - pimpinan Puskesmas Muara Ancalong

SANGATTA.

kasus inspekti saluran pernapasan atas (ISPA ) di  Muara Ancalong sejak bulan ulan juli mulai naik, jika pada Bulan juli terjadi  113 kasus, kemudian bulan Agustus naik menjadi 164 Kasus semantara bulan September hingga Kamis (17/9) kemarin sudah mencapai 115 kasus.

Trend peningkatan Kasus Ispa di Muara Ancalong ini , ujar pimpinan Puskesmas Muara Ancalong, dr John Petra Karo Sekali MAP selaras dengan meningkatkan Karhutla. Jika pad bulan juli lalu Karhutla belum marak namun kemarau sudah terjadi.

‘’keadaan semakin parah ketika Karhutla mulai marak di bulan Agustus hingga September ini,’ terangnya ketika ditemui koresponden Swara Kutim.com, jumat (18/9).

Diakui umumnya masyarakat yang datang mengeluh batuk-batuk yang tak reda-reda meski sudah minum obat batukyang banyak dijual di toko obat dan warung. Selain itu pasien mengeluhkan tenggorokan gatal. ‘’umumnya pasien Ispa yang datang setelah menjalani pemeriksaan diberi obat dan diimbau selalu memakai masker jika berada di luar rumah atau ruangan,’’ jelas dr John petra seraya menambahkan tidak ada pasien yang dirawat inap.

Terhadap kualitas udara di Muara Ancalong, disebutkan termasuk tidak sehat. Karena berdasarkan pengecekan kualias udara diketahui PM 2.5 Konsentrasi Partikulat mencapai  132  sementara berdasarkan peraturan lingkungan hidup idealnya  15,5 µg/m³ untuk kategori udara baik dalam pengujian harian danPM10 adalah partikel udara berukuran sangat kecil yang memiliki diameter 10 mikrometer atau kurang, yang bisa terhirup dan berdampak buruk bagi kesehatasebesar dari pengecekan mencapai 266 dengan keadaan suhu 24.0 derajat celciussementara kelembabpan 85.3%RH.

‘Keadaan itu tampak nyata dipagi hari bahkan jarak pandang terbatas sekali,’’ sebut dr John Petra.

Sementara itu Camat Muara Ancalong, sabran nete, ditemui trerpisah mengingatkan warganya untuk membatasi beraktifitas di luar rumah atau ruangan karena kualita udara akibat Karhutla tidak sehat bagi kesehatan manusia, ‘’ketimbang menghirup udara yang tak sehat lbih baik beronohan di rumah aja demi kesehatan bersama,’’ pesannya.(SK08)

Share to:

Ivan

Editor