Kutai Timur

Dihadapan tim verifikasi Geopark, Camat Bengalon sampaikan Komitmen Melestarikan Karst Sangkulirang-Mangkalihat

Dihadapan tim verifikasi Geopark, Camat Bengalon sampaikan Komitmen Melestarikan Karst Sangkulirang-Mangkalihat tim verifikasi geopark ketika berada di Bengalon

 BENGALON  (8/7)

 Usai mengunjungi Rumah Cadar Budaya di Sangatta, tim verifikasi Geopark melanjutkan kegiatan penilaian di Kantor Kecamatan Bengalon. Perjalanan selama  satu jam itu menjadi bagian dari rangkaian verifikasi lapangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur, yang dimulai Selasa (07/07/2026).

Kedatangan rombongan di Bengalon  disambut  Camat Bengalon Muhammad Harun Rasyid dengan gembira.kepada tim ia memaparkan potensi geologi, budaya, serta komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan karst yang menjadi bagian penting dari Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Camat Rasyid menyebutkan pada awalnya perhatian terhadap Geopark lebih banyak tertuju pada situs-situs budaya. Namun, seiring perkembangan kajian Kawasan karst yang berada di wilayah Kecamatan Bengalon kini menjadi bagian penting dalam pengembangan Geopark.”Salah satu geosite yang menjadi perhatian adalah Gua Tewe yang berada di kawasan Gunung Gergaji. Gua ini dikenal sebagai salah satu situs prasejarah paling terkenal dan menjadi ikon kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat karena menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan nilai ilmiah yang tinggi,’’ bebernya.

Goa Tewe berada di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, teapatnya terletak  di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon. Kawasan ini, ubgkapnya,  memiliki bentang alam Karst yang luas, terdiri atas bukit kapur, sungai bawah tanah, dan banyak goa yang memiliki nilai geologi, budaya dan keanegaragaman hayati yang tinggi.

Rasyidberharap kunjungan tim verifikasi dapat memberikan hasil terbaik bagi pengembangan Geopark. Menurutnya, keberadaan Geopark menjadi harapan besar dalam menjaga kelestarian bentang alam karst yang saat ini berada di tengah berbagai aktivitas pemanfaatan lahan, termasuk perkebunan dan pertambangan.

"Kalau bukan kita yang menjaga gunung karst ini, siapa lagi. Geopark menjadi penguat agar kelestarian alam tetap terjaga sehingga warisan yang telah ada selama ratusan bahkan ribuan tahun dapat dinikmati hingga generasi mendatang," ujarnya dengan semangat.

Selain kekayaan geologi, ungkap Rasyid, Kecamatan Bengalon juga memiliki keragaman budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Di Desa Sekerat, setiap tahun digelar Festival Pantai Sekerat yang menampilkan berbagai tradisi adat termasuk ritual Belian dan Ngelur Naga. ‘’Tahun ini festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juli,’’ bebernya.

Kemudian di  Desa Keraitan  dikenal sebagai Kampung Budaya Suku Dayak Basap. Masyarakat di desa ini masih mempertahankan adat istiadat serta berbagai kerajinan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara  di Desa Tepian Baru dan kawasan sekitarnya rutin diselenggarakan pesta panen atau puncak adat yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir. Pemerintah Kecamatan berharap ujat Rasyid pentingnya harmonisasi antara pelestarian lingkungan dengan aktivitas pembangunan. Keberadaan perusahaan yang beroperasi di Bengalon diharapkan  berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, dan warisan leluhur ini,” pintanya.

Ia optimistis status Geopark akan menjadi penguat dalam mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan perlindungan kawasan kars.

Sementara, Kepala Desa Tepian Langsat, Zeky Hamzah, turut memaparkan kondisi wilayahnya. Desa Tepian Langsat memiliki luas sekitar 205.329 hektare, berbatasan dengan 17 desa di tujuh kecamatan serta Kabupaten Berau. Desa tersebut terdiri atas 14 RT dan 14 dusun dengan jumlah penduduk sekitar 15 ribu jiwa.

Zeky menjelaskan bahwa Gua Tewe berada tidak jauh dari wilayah Desa Tepian Langsat. Geosite tersebut merupakan salah satu situs paling penting di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat karena memiliki nilai geologi, arkeologi, dan sejarah yang sangat tinggi.

Paparan camat Rasyid dan kades Tepian Langsat  dinilAI bagian penting dalam proses verifikasi lapangan sekaligus meMBUKTIKAN komitmen masyarakat Bengalon  mendukung pelestarian kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai warisan alam, budaya, dan sejarah dunia.(SK02)

Share to:

Ivan

Editor