Ardiansyah Kembali Dihukum Bersalah Dalam Pengadaan Tanah di Kutim
- editor@ivan
- 04 Mar 2021
- 1309
Lahan motocross yang kembali menghantarkan Ardiansyah mantan Kadis PLTR Kutim sebagai terpidana.
SAMARINDA (4/3-2021)
Mantan Kepala Dinas PLTR Kutim, Ardiansyah terbukti bersalah dalam kasus pembebasan lahan di Batu Putih Sangatta Utara yang digunakan sebagai arena moto cross atau sirkuit balapan sepeda motor.
Dalam amar putusannya belum lama ini, majelis hakim PN Tipikor yang terdiri Abdul Rahman Karim sebagai ketua, dengan hakim anggota Parmatoni serta Arwin Kusmanta, sependapat dengan JPU Zaenurofiq, kalau Ardiansyah bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sehingga dihukum dengan penjara selama 2 tahun 6 bulan ditambah denda sebesar Rp100 juta subsidier 2 bulan penjara.
Sebelumnya, Ardiansyah disebutkan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana dakwaan Primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Dalam tuntutannya JPU Zaenurofiq menuntut Ardiansyah Pidana Penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 100 juta apabila denda tersebut tidak dibayar maka maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.
Ardiansyah yang kini sudah purna tugas sebagai ASN Pemkab Kutim, didakwa telah melakukan tindakan pidana korupsi yang menyebabkan Pemkab Kutim mengalami kerguian Rp25 M. Ardiansyah yang kini sedang menjalani masa hukuman terkait kasus pembebasan lahan pelabuhan laut di Kenyamukan Sangatta Utara, dalam pekara pembebasan lahan di Batu Putih ia disangka melakukan tindak pidana bersama Herliansyah sebagai PPTK
Selama persidangan, dihadirkan puluhan saksi, sementara proyek pengadaan lahan proyek sirkuit senilai Rp 25 miliar dianggarkan dalam waktu dua tahun yakni 2010 dan 2012. Karena tanah yang digunakan diduga tanah negara, kejaksaan menilai proyek pengadaan lahan tidak benar sehingga terjadi kerugian negara.
Terkait pembebasan lahan yang berada di Batu Putih Sangatta Utara ini, Kejati Kaltim juga memeriksa 5 orang sebagai pemilik lahan. Selain menemukan lahan bermasalah, tim Kajati Kaltim juga menemukan dilokasi tidak ada fisik bangunan sirkuit tersebut. (sK07)
Berita Lainnya
Warga Bengalon Duga Sawah Mereka Terendam Lumpur Tambang
SANGATTA (29/3-2022)DinasLingkungan Hidup (LH) Kutim, nbsp;Selasa (29/3), kembali mengambil lumpur d ....
- editor@ivan
- 29 Mar 2022
- 473
Tim ASKB Sesalkan Dugaan Mpney Politik Tak Berlanjut
SANGATTA (15/12-2020)Tim Advokasi dan Legal Pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) m ....
- editor@ivan
- 15 Des 2020
- 637
Jabatan Kepala PD Segera Diisi, Pemkab Tunggu Izin KASN
SANGATTA (5/7-2021)Seleksi terhadap sejumlah Jabatan Pratamanbsp; (JPT) Kutim dalam waktu dekat dige ....
- editor@ivan
- 05 Jul 2021
- 600
Kunjungi Sangkulirang, Ardiansyah Canangkan Pembangunan Masjid Baitul Karim
SANGATTA (21/3-2021)Kunjungan kerja Bupati dan Wabup Kutim ke Sangkulirang, dimanfaatkan masyarakat ....
- editor@ivan
- 21 Mar 2021
- 741
Rabu, KPU Kutim Gelar Rapat Pleno Pilkada
SANGATTA (14/12-2020) Setelah menyelesaikan rapat pleno tingkat PKK, KPUKutim berencana akan menggel ....
- editor@ivan
- 14 Des 2020
- 1010


