Kutai Timur

Aji Mirni Mawarni: 17 Tahun desa di Batu Ampar Tak Ada Perubahan

Aji Mirni Mawarni: 17 Tahun desa di  Batu Ampar Tak Ada Perubahan Aji Mirni Mawarani (kiri ) bersama Wabup Kutim Mahyunadi

 

SANGATTA(28/10)

Kesenjangan pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan di  Kutai Timur (Kutim) mendapat sorotan tajam  Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Aji Mirni Mawarni. Mantan Direktur Utama PDAM Kutim tersebut mengaku prihatin melihat kondisi fisik sejumlah kecamatan di daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) ini.

‘’Saya cukup sedih,terus terang sebagai anggota DPD saya sangat sedih. 17 tahun yang lalu hingga saat ini, infrastruktur Batu Ampar itu tidak maju secara signifikan. Berbeda kalau saya berkunjung ke beberapa desa di Jawa, kadang dalam setahun sudah ada perubahan pembangunan. Tapi tidak di Batu Ampar, tidak di Muara Bengkal, tidak di Muara Ancalong, tidak di Muara Wahau," ujar Aji Mirni. saat menjadi narasumber dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan PembangunanDesa Tahun 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (26/10).

Diakuinya sepanjang perjalanan menuju kecamatan di pedalaman Kutim ini  tersebut, rombongannya kerap melewati kawasan perkebunan kelapa sawit hingga konsesi pertambangan besar. Namun mirisnya, dampak ekonomi dan pembangunan infrastruktur dasar belum dirasakan sepenuhnya oleh warga masyarakat.

"Pembangunan yang masif dan signifikan masih belum dirasakan masyarakat di desa , padahal ketika kita berjalan menuju masing-masing kecamatan, kami melewati beberapa perkebunan sawit, kami melewati beberapa daerah konsesi pertambangan. Namun mirisnya, ke dalamnya lagi pembangunan tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat desa," ungkapnya.dalam acara yang diikuti berbagai kalangan itu.(SK02)

 

 

Share to:

Ivan

Editor