Agama

ustads syaifuddin pimpin shalat Istisqa warga Perum BTI

ustads syaifuddin pimpin shalat Istisqa warga Perum BTI suasana shalat istisqa oleh warga Perum BTI Jalan Damanhuri Samarinda

 SAMARINDA

hujan yang tak kunjung menyirami kota samarinda dalam beberapa bulan terakhir, membuat warga perumahan bukit temindung indah kelurahan mugirejo samarinda prihatin. pasalnya akibat kemarau panjang berdampak terhadap ketersediaan air bersih untuk warga perum bti yang brda di bukit.

dimana sejumlah warga terpaksa membeli air lewat penjual air bersih keliling meski harganya cukup menguras isi dompet.

menyadari dengan kondisi air yang memprihatinkan, sejumlah tokoh agama dan masyarakat serta ketua rt di lingkungan perum bti ysng berjumlah 6 rt sepakat melaksanakan shalat istisqa. shalat yang digelar dihalaman majelis ta’lim nurul moestofa, ahad (13/9) pukul 07.10wita diikuti ratusan warga perum bti.

shalat yang diharapakan diturunkannya  hujan oleh allah swt menghadirkan  ustads syaefuddin sebagai imam dan khatib. sebelum shalat ratusan jmaah melantunkan istighfar berulang kali selama 20 menit dipimpin ustads zahrudi bertujuan  memohon ampunan kepada allah swt atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

setelah istighfar selesai salat sunnat 2 rakaat itupun dimulai, setelah berlangsung 15 menit usai shalat dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan ustadz syaefuudin. dalam hikmah khotbahnya, ustads syaefuddin menyeburkan pergantian sinang dan malam, datang dan pergi setiap segala denyut kwhidupan dunia kesemuanya kehenddak ALLAH SWT termasuk datang hujan atau kemarau.’’ummat manusia terutama islam  wahjib mengetahui dan mengambil hkikmah dibalik setiap peristiwa yang allah turunkan, hujan yang datang hendaknya benar-benar dinikmati sebagai rahmat allah swt agar bisa menumbuhkan tanaman serta memberi air susu yang banyak dan berkah bagi ternak dan bagi manusia bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia,’’ urai ustadz syaifuddin.

namun dibalik hujan ada kemarau yang ikut menghiasi kehidupa mahluk hidup di dunia, kemarau dan shalt istisqa diungkapkan ustdas syaifuddin, sudah ada sebelum zaman nabi muhammad saw. kemarau yang terjadi tiada lain peringatan Allsh SWT kepaada ummat manusia sebagai penghuni bumi. ‘’kita sebagai ummat islam wajib menyadari kemarau yang terjadi tiada lain peringatan allah swt dan merenungkan apakah selama ini kita lebih banyak membuat kesalahan di muka bumi ini sehingga mendapat peringatan dari allah berupa bencana alam seperti kemarau, banjir, tanah longsor, gunung berapi meletus sehingga berdampak bagi kehidupan mahluk hidup trerutama manusia yang kerap membuat kerusakan di bumi,’’ kata ustads syaifuddin.

dipenghujung khotbahnya, iapun mengajak jammahh untuk berdoa dan memohon ampunan allah swt serta diturunkan hujan yang berberkah dan penuh rahmat bukan bencana seperti banjir atau tanah longsor.(sk03)

 

 

 

 

 


Share to:

Ivan

Editor