salah satu penampilan seni di hari jafi Pegayuban Margo Kencono (foto ist)
SANGATTA, (22/6)
Bupati Kutai Timur (Kutim)
Ardiansyah Sulaiman menegaskan seni dan budaya merupakan salah satu modal terpenting dalam pembangunan
daerah, terutama Kutim yang masyarakat dengan latar belakang budaya yang
beragam. Bahkan sudah disebut miniatur Indonesia.sehingga memerlukan
keharmonisan antar suku.
Saat menghadiri peringatan Hari
Jadi ke-26 Paguyuban Margo Kencono di
Lapangan Margo Sentoso II Gang VIII, Sangatta Utara, Sabtu (20/06/2026) malam
lalu, ia menambahkan keberagaman budaya
yang tumbuh dan berkembang di Kutai Timur menjadi kekuatan besar dalam
mendukung pembangunan Kutim selama ini. Karena itu, pemerintah daerahterus
memberikan dukungan dan ruang yang sama kepada seluruh pegiat seni budaya,
paguyuban, lembaga adat, serta tokoh budaya yang selama ini berkontribusi
memperkaya khazanah budaya di Tuah Bumi Untung Benua.
“Budaya merupakan bagian yang
tidak bisa dipisahkan dari pembangunan. Di setiap aspek pembangunan, budaya
selalu memberikan dorongan dan kekuatan bagi masyarakat untuk terus maju,” ujarnya.
Diakuinya, selama beberapa tahun
terakhir, pekab Kutim secara konsisten
terus memberikan ruang dalam upaya
melestarikan budaya dengan
menggelar berbagai festival budaya sebagai bagian dari aset daerah yang
di miliki. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat kelembagaan adat
sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.“Mudah-mudahan budaya menjadi
perekat yang membuat kita terus maju, berdaya saing, mandiri, kreatif dan
tangguh dalam membangun Kutai Timur,” tuturnya.
Sebelumnya Ketua Paguyuban Margo
Kencono, Andi Satyo, mengatakan paguyuban yang ia pimpin sudah hadir di Kutai Timur sejak tahun 1998
dan resmi terdaftar sebagai organisasi yang resmi dan tercatat di Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada tahun 2000.“Selama 26 tahun kami
berupaya menjaga tradisi dan melestarikan budaya, terutama kesenian Reog
Ponorogo yang menjadi identitas paguyuban kami,” kata Andi.
Di Hari Jadi ke-26 yang di
rangkai dengan peringatan 1 Suro ini mengusung tema ‘Menjaga Tradisi,
Menguatkan Identitas Budaya’. Kegiatan tersebut turut dimeriahkan penampilan
seni Reog Ponorogo dari sejumlah paguyuban, yakni Margo Songo Joyo, Singo Mudho,
Singo Lawu, Pawargo, dan Singo Budoyo.
Penampilan kelompok kesenian asal
Pulau Jawa Ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi
acara, ‘banyaknya warga yang menyaksikan tandabukti bahwa tradisi dan budaya
tetap hidup serta berkembang di tengah masyarakat Kutai Timur yang majemuk,’’
kata Bupati Ardiansyah yang menyukai seni musik ini.(fan)
Berita Lainnya
Besok, KPU Tetapkan ASKB Pemenang Pilkada Tahun 2020
SANGATTA (17/2-2021)Tidak diterimanya permohonan pasangan Mahyunadi dan Lulu Kinsu (MAKIN) oleh Mahk ....
- editor@ivan
- 17 Feb 2021
- 799
Balikpapan dan Kukar Masih Bertahan di Level IV, Kutim Turun ke III
SAMARINDA (5/9-2021)Dua daerah di Kaltim yakni Kutai Kartanegara dan Balikpapan, berdasarkan evaluas ....
Barang Bukti Money Politik Sempat Dibuang Dekat WC
SANGATTA (5/12-2020)Meski sempat membantah telah melakukan penyuapan terhadap pemilih dengan dalih m ....
- editor@ivan
- 05 Des 2020
- 4802
Mental Remaja PPGT Elim Sangatta ditempa di teluk lombok
SANGATTA (31/7) Pantai Teluk Lombok yang terkensal keindahan alambaharinya,nbsp; tak hanya mengikis ....
- editor@ivan
- 31 Jul 2025
- 75
Pengusaha sawit ditatang bangun industri hilir CPO.
SANGATTA (17/6)SEBAGAI Daerah Terluas perkebunan kelapa sawit di Kaltim,Pemkab Kutim berharap kedepa ....


