Hukum dan Kriminal

Polda Kaltim Tangani 8 Laporan Karhutla, keterlibstan Korporasi masih diselidiki

 Polda Kaltim Tangani 8 Laporan Karhutla, keterlibstan Korporasi masih diselidiki upaya pemadaman lahan yang terbakara oleh tim gabungan pencegahan Karhutla di Kutim


 

BALIKPAPAN.  Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) kini mendalami delapan laporan polisi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi  di sejumlah daerah di Kaltim.

 

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro Selasa (25/8) mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui mitigasi dan pemadaman di lapangan. Namun dengan memperkuat penegakan hukum untuk memberikan efek jera kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

"Selain mitigasi penanganan kebakaran hutan, Polisi juga melakukan penegakan hukum. Ini salah satu bentuk efek jera kita kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujar Kapolda.

 

Endar menyebut, seluruh laporan tersebut kini telah masuk tahap penyidikan. Namun, ia  belum merinci jumlah tersangka yang telah ditetapkan dari delapan perkara dan daerah kejadiannya. Yang pasti saat ini ada delapan laporan polisi yang sudah masuk . Untuk tersangka nanti dijelaskan,” ungkapnya karena masih dalam penyelidikan .

Penyidik saat ini ada di lapangan , sebut Kapolda dan masih mendalami kemungkinan keterlibatan perusahaan atau korporasi dalam kasus karhutla."Untuk korporasi masih belum. Nanti akan kita lihat apakah memang ada keterkaitan atau pertanggungjawaban pidana yang dilakukan oleh korporasi," jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, hingga 20 Agustus 2026 mencata ada 273 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 752 hektare sehingga kondisi Karhutla di Kaltim saat ini masu sedang yang sebelumnya dalam katagori baik. Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menerangkan BPBD Kaltim  meningkatkan pemantauan kualitas udara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran asap  terutama di Berau dan Paser."BPBD Kaltim berkoordinasi dengan dinas kesehatan tingkat provinsi serta kabupaten dan kota untuk mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan," kata Buyung seraya menambahkan kabut asap dari Berau semantara di Paser diduga asap kiriman dari Kalsel.(sk03/SK06)

 

 

 

Share to:

Ivan

Editor