Kutai Timur

di mata hendrik Didi mau  berteman dengan siapa saja

di mata hendrik  Didi mau  berteman dengan siapa saja HENDRIK nomor 2 dari kiri Besama Ardiansyah Sulaiman ketika mereka mengunjungi SD 005 Teladan Tenggarong, jumat pekan lalu.

kesan paling mendalam bagi hendrik terhadap sosok ardiansyah sulaiman             semasa sama-sama bersekolah di sd 005 teladan tenggarong, kalem dan tidak membeda-bedakan teman “ia berteman dengan siapa saja dan menyenangkan,” kata hendrik.

bagi enjeng, sebagai anak keturunan yang satu kelas  dengan ardiansyah. dalam pergaulan sebagai teman, didi diakuinya sangat peduli dengan temannya “tidak mebeda-bedakan dalam berteman, kami prnahsatu grup dalam suatu lomba antar SD se kota Tenggarong, ia tetap aktif mengikuti latihan meski ia anak guru di SD kami saat itu,’’ kenang pria yang akrabandisapa enjeng ini seraya menambahkan di kelasnya saat itu tidak saja dirinya yang anak keturunan tetapi ada beberapa orang diantaranya perempuan ada 3 orang.

Keakraban didi dalam berteman tidak saja terjadi di sekolah tetapi di luar sekolah juga terjadi ini diakui Ali Badrun yang mengenal Ardiansyah  ketika baru kali pertama tinggal di Kampung Sukarame Tenggarong. ‘kala itu Didi baru saja datang dari Muara Pahu, ketika kami bertemu saya ajak mencari buah di kebun, ia mau aja diajk ke hutan padahal baru saja kenal,’ sebut pria yang akrab disapa Puyun ini.

Tidak saja teman se kampung, Puyun juga ternyata sama-sama teman ketika  berjualan kue di pelabuhan Tenggarong. “kami sam-sama jualan kue di Pelabuhan Tenggarong, upah dari jualan itu untuk bayar uang sekolah serta untuk keperluan sehari-hari,” beber pria yang hobi olahraga  sepak bola ini.

Ardiansyah tidak pernah melupakan teman-temannya hingga sekarang meski sudah menjadi Bupati Kutim,  ia masih akrab menyapa kawan-kawan satu ksampungnya dulu bahkan kami sempat bersenda gurau seperti dulu. “kami sering bertemu di Masjid Kampung, kalau ia ada ke Tenggarong ,” sebutnya seraya bercerita ketika pulang dari berjualan kue di Bom (Pelabuhan Tenggarong,red)ikut kapal kerika kapal melewati Kampung Sukarame baru mereka terjun ke air Sungai Mahakam berenang ke tepi. “ kalau pulang jalan kaki cukup jauh, nah jika kue sdh habis dan ada kapal ke hulu kami ikut kapal ketika melwati Kampung kami langsung loncat ke Sungai untuk berenang ke tepi Sungai,’ beber pria yang kini bekerja di PDAM Kukar ini, Jumat (10/7) lalu di Tenggarong(sk01)

 

 

 

Share to:

Ivan

Editor