Pendidikan

 dalam mendidik, anak jangan  dibentak Karena mempengaruhi mental  dan emosionalnya

 dalam mendidik, anak jangan  dibentak  Karena mempengaruhi mental  dan emosionalnya Bupati Ardiansyah Sulaiman berdialog dengan sejumla anak di peingatan HAN 2026,

 

SANGATTA, SWARA KALTIM

Kalangan pendidik dan orang tua diingatkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman  Menciptakan suasana belajar yang penuh suka cita baik selama di sekolah maupun di rumah. kalangan pendidik dan orang tua diingatkan tidak membentak dalam mendidik terlebih bagi anak-anak yang berada di taman kanak-kanak. ‘Jangan sampai anak trauma untuk ke  sekolah karena takut di marahi guru atau mereka takut berada di rumah karena takut dimarahi orang tua. Ciptakan suasana yang nyaman dan diridukan anak-anak karenanya hadirkan suasana belajar yang penuh suka cita demikian di rumah ciptakan kasih sayang dan suasana belajar yang menyenangkan,’ kata  Ardiansyah Sulaiman pada peringatan hari anak nasional (han) 2026, Kamis (23/7).

Peringatan HAN  2026 yang  bertemakan “sayangi anak, lindungi dan bangun masa depan.’ diselenggarakan ikatan guru taman kanak-kanak (ITGK) Sangatta Utara berlangsung di halaman kantor camat Sangatta Utara.

Sejumlah pihak mngikuti upacara yang disemarakan anak-anak dari sejumlah tk di Sanngatta Utara ini menjadi perhatian Bupati Ardiansyah dan istri HJ  Siti Robiah Sebagai bunda Paud Kutim.

Kenapa Ardiansyah menaruh perhatian serius terhadap pendidikan usia dini ini, karena mantan guru ini mengakui, keberhasilan pendidikan usia dini tidak diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tetapi dilihat terbentuknya karakter, disiplin, dan oercaya diri sejak dini.

Sementara Siti Robiah secara khusus berpesan kepada guru dan orang tua dengan memahami tema HAN  2026 yang intinya pendidik dan orang tua untuk meninggalkan pola pengasuhan yang mengedepankan bentakan atau marah. ’’ saya berharap apapun situasinya jangan pernah membentak anak . mendidik dengan cara membentak sudah bukan zamanya. karena anak-anak sekarang belajar dari kasih sayang, keteladanan, perhatian dan kesabaran.,’ ujar        Siti Robiah.

Lebih jauh disebutkan, kata-kata lembut yang dilontarkan orangs=dewasa terlebih oleh guru atau orang tua  semakin menumbuhkembangkan percaya diri  anak-anak, sehingga tidak ada terbebani akibsat bentakan. beberapa teori menyebutkan, sebut siti robiah, bentakan justru meninggalkan luka yang mempengaruhi perkembangan mental dan emosional anak.

Peringatan yang berlangsung meriah sempat diisi dengan dialog interaktf Bupati dengan sejumlah anak – anak TK. (sk05)

Share to:

Ivan

Editor