Pendidikan

Bukan sekolah yang membanggakan siswa tapi siswa yang membanggakan sekolah

Bukan sekolah yang membanggakan siswa tapi siswa yang membanggakan sekolah Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memberikan pengarahan kepada peserta MPLS SMAN1 dan 2 Sangatta selatan(foto ist)

SANGATTA,

Bupati Ardiansyah mengajak  pelajar  DI Kutim untuk menjadikan masa sekolah sebagai momentum membangun karakter, meningkatkan kemampuan, serta membiasakan diri belajar sepanjang hayat. Menurutnya, pendidikan tidak berhenti hanya di ruang kelas, tetapi berlangsung dalam setiap proses kehidupan.

Pesan cukup mendalam itu, dilontarkannya saat memberikan pembekalan kepada siswa baru SMA            N 1 DAN 2 SANGATTA Selatan yang melaksanakan   Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi sidi Ruang Meranti Pemkab Kutim,   (14/07).

Mantan guru ini menyebutkan konsep belajar sepanjang hayat harus diterapkan sejak dini. Setiap pengalaman, lingkungan, hingga tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk kualitas sumber daya manusia.:siswa baru  telah memasuki jenjang pendidikan wajib keempat. Karenanya Pemkab Kutai Timur,telah menerapkan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang SMA atau SMK,” tbebernya.

Sebagai bentuk komitmen pemkab Kutim, lanjut Ardiansyah mengungkapkan akan  menerbitkan  Peraturan Bupati tentang wajib belajar 13 tahun  Melalui kebijakan tersebut, setiap desa diwajibkan memiliki layanan PAUD agar seluruh anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini. "Pendidikan itu berlangsung seumur hidup," ujar Ardiansyah.

Disebutkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD. Dimana Sejak 2024, pemerintah memfasilitasi guru-guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi sarjana untuk melanjutkan pendidikan Strata 1. Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan adanya guru yang dijadwalkan mengikuti wisuda pada Agustus mendatang.

Lebih lanjut, pria yang dulu bersekolah di SDN 005 TelaDAN  Tenggarong itu mengingatkan para siswa agar memanfaatkan masa sekolah sebaik mungkin  “Indonesia saat ini  tengah memasuki periode bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045. Menurutnya, generasi muda saat ini akan menjadi aktor utama dalam menentukan masa depan bangsa,’ tandasnya.

 keberhasilan pendidikan, ungkapnya tidak lagi diukur dari megahnya fasilitas sekolah, melainkan dari kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan setiap kesempatan belajar lebih maksimal.

Alumni  SMAN 2 Samarinda  memberikan semangat kepada siswa SMAN 2 Sangatta Selatan yang untuk sementara masih menumpang kegiatan belajar di SMAN 1 Sangatta Selatan karena gedung sekolah masih dalam proses penyelesaian. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat belajar para siswa. “prestasi sebuah sekolah lahir dari kualitas orang-orang yang ada di dalamnya bukan sekolah yang membanggakan kita, tetapi kita yang harus membanggakan sekolah," pesannya.

Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito, turut memaparkan sejumlah capaian sekolah yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut SMAN 1 Sangatta Selatan terus bergerak cepat melalui berbagai program transformasi pendidikan.Tidak hanya di bidang literasi, sekolah yang beralamat di jalan TMMD inbi  juga aktif mengembangkan pendidikan kewirausahaan melalui berbagai program pembelajaran yang mendorong peserta didik memiliki kreativitas, kemandirian, serta kesiapan menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

MPLS yang diikuti sebanyak 288 peserta terdiri  terdiri216 siswa SMAN 1 Sangatta Selatan  dan 72 siswa SMAN 2 Sangatta Selatan ditandai dengan peresmian Gedung sekolah SMA Negeri 2 Sangatta Selatan juga diserahkan cendera mata berupa buku-buku literasi hasil karya siswa, guru, dan kepala sekolah SMAN 1 Sangatta Selatan kepada Bupati Ardiansyah.(SK01)

 

 

 

Share to:

Ivan

Editor