Kalimantan Timur

polda gunakan semi kimia agar karhutla tak meluas uji coba dilakukan di Balikpapan Asri.

polda gunakan semi kimia agar karhutla tak meluas uji coba dilakukan di Balikpapan Asri. Kapolda Kaltim menyaksikan pross penggunaan Hartindo AF31 dan F351

BALIKPAPAN.

Berbagai cara Polda Kaltim untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur, tidak hanya memadamkan api, polisi kini menguji cara membatasi jalur rambatan api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Metode itu diuji Polda Kaltim di kawasan Perumahan Sepinggan Asri, Kamis, (27/8).Dalam uji coba ini,digunakan  bahan semikimia yakni Hartindo AF31 dan F351 digunakan untuk membuat garis pembatas pada lahan non-gambut.

Kapolda Kaltim, Irjen. Pol. Endar Priantoro, menjelaskan  metode tersebut diharapkan mampu memperlambat laju api ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kuat.“Sekecil apa pun titik api harus segera kita antisipasi. Apalagi kondisi sekarang panas, kering dan angin cukup kuat,” jelasnya.

Diakui,  kondisi cuaca saat ini menjadi faktor yang membuat api lebih mudah berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Karena itu, sebut Kapolda strategi pengendalian Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan proses pemadaman dengan menyiramkan air tetapi harus ada strategi yang baru yang tepat agsr tidak menguras sumber daya.“Penanganan bukan hanya memadamkan api. Kita juga perlu membatasi pergerakannya agar tidak meluas,” tambahnya.

Diuraikan, Hartindo AF31 dan F351 kemudian dicoba sebagai material penyekat pada lahan non-gambut. Bahan berbasis air itu diaplikasikan untuk membentuk batas yang diharapkan dapat menghambat pergerakan api menuju area yang belum terbakar.

Uji coba ini sekaligus menjadi langkah awal untuk melihat sejauh mana efektivitas metode tersebut ketika diterapkan di lapangan.Polda Kaltim masih akan melakukan evaluasi sebelum menentukan penggunaannya dalam penanganan karhutla secara lebih luas.“Kalau hasilnya efektif, metode ini akan kita coba di wilayah lain yang membutuhkan,” tutur Kapolda Kaltim.

Dalam peninjauan uji coba ini Kapolda Kaltim didampingi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman, Kepala Basarnas, Dir Samapta Polda Kaltim, Kapolresta Balikpapan, Kabid Humas Polda Kaltim, Danlanud, Dandim, serta Kaops Polda Kaltim.

 

Penanganan kebakaran di Sepinggan Asri juga melibatkan personel dan armada dari sejumlah instansi. Kolaborasi lintas lembaga diperlukan mengingat kondisi lahan yang kering serta hembusan angin, berpotensi membuat api bergerak cepat.

Di lokasi ini , luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai  4 hektare. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.Secara keseluruhan, data penanganan karhutla hingga Kamis (27/8) mencapai sekitar 75,6 hektare.

Polda Kaltim menilai kecepatan respons tetap menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla. Pengendalian sejak api masih kecil, pemadaman, hingga upaya membatasi arah rambatan harus dilakukan secara bersamaan.Dengan metode penyekat api yang kini diuji, Polda Kaltim berharap ada alternatif tambahan untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar, khususnya pada wilayah dengan kondisi lahan kering dan rawan terbakar.(sk05)

Share to:

Ivan

Editor