suasa rdp kimisi A DPRD Kutim terkait Cdob Sangsaka
SANGATTA
Komisi A DPRD Kabupaten Kutai
Timur (Kutim) meluncurkan akselerasi politik mendesak pemenuhan instrumen
regulasi dan validasi demografi demi merespons gelombang tuntutan masyarakat
terkait pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Sangkulirang.
Ketua Komisi A DPRD Kutim Edy
Palinggi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Panel Kantor Sekretariat
DPRD Kutim, Sangatta, Rabu (23/9) menegaskan bahwa urgensi pemekaran kawasan
pesisir timur Kutim ini bukan lagi
sekadar skenario politik lokal, melainkan murni manifestasi kedaulatan dan hak
konstitusional rakyat dalam memutus isolasi geografis serta mendekatkan rentang
kendali pelayanan publik.
Pemekaran Kutim merupakan
keputusan strategis dan wilayah Sangsaka yang memayungi lima kecamatan yakni Sangkulirang,
Kaubun, Kaliorang, Sandaran, dan Karangan—ini dirancang untuk memenuhi
indikator rigid Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Sistem agregat demografi
terbaru bentukan pemerintah pusat per Juli 2026 mencatat grafik populasi di
lima wilayah tersebut telah menembus angka 93.181 jiwa. Guna memperkuat posisi
tawar di tingkat pusat, otoritas legislatif bersama Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini bergerak agresif melakukan verifikasi
faktual untuk memutasi administrasi ribuan pekerja industri dan pertambangan
luar daerah agar resmi menjadi penduduk lokal.
Jalannya RDP krusial ini turut
dikawal ketat oleh lintas legislator, di antaranya Akhmad Sulaiman, H.
Shabaruddin, dan Faisal Rachman selaku perwakilan Dapil V, didampingi Baya
Sargius dari Dapil IV, serta Yusuf T. Silambi dari Dapil I. Bersama para camat
wilayah pesisir serta tokoh masyarakat yang hadir, jajaran anggota dewan ini
memberikan rekomendasi politik satu suara agar seluruh hambatan teknis segera
dieliminasi. Dukungan penuh parlemen lintas daerah pemilihan ini bertujuan agar
draf pemekaran dapat melenggang mulus menuju persetujuan substantif di tingkat
Rapat Paripurna DPRD Kutim.
Langkah taktis tersebut saat
ini tinggal menyisakan penyelarasan akhir pada sektor tata ruang. Dinas PUTR
Kutim terus digenjot untuk menuntaskan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW), khususnya verifikasi faktual garis batas wilayah antara Kabupaten Kutai
Timur dan Kabupaten Berau guna mencegah potensi sengketa ruang di masa depan.
Ketua Harian CDOB Sangkulirang
Sayid Sulaiman menyatakan bahwa komite pejuang yang telah bergerak sejak 2019
ini mendesak parlemen daerah induk segera menerbitkan nota persetujuan bersama.
Dokumen legalitas tersebut akan dijadikan modal politik utama untuk menuntut
Pemerintah Pusat mencabut moratorium pemekaran wilayah, mengingat Sangkulirang
memegang peran vital sebagai penyangga logistik masa depan Kalimantan Timur.
“Saya meminta pendapat serta
penjelasan terkait kronologi rapat sebelumnya, sehingga kita bisa mengetahui
secara jelas perkembangan pembahasan CDOB Kabupaten Sangkulirang ini,” ujar Edy
Palinggi untuk mengunci komitmen kolektif unsur eksekutif, tata hukum, dan
jajaran camat dalam mengamankan cetak biru otonomi daerah tersebut.(sk01)
Berita Lainnya
Kejari Kutim Temukan Bukti Kuat Korupsi di Sollar Cell
SANGATTA (22/6-2021)nbsp;Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati )Kaltim Bambang Bachtiarnbsp; nbsp; ....
- editor@ivan
- 22 Jun 2021
- 1018
Wakil Ketua DPD - RI Kecelakaan Di Kukar
SANGATTA (5/12-2020)Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, Sabtu (5/12) dikabarkan mengalami kecelakaan di Ja ....
- editor@ivan
- 05 Des 2020
- 1057
kibarkan merah Putih di bawah laut Pulau Miang.
SAMARINDADinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timurmenyajikan atraksi spektakuler dalam mer ....
Sangatta Nyaris Gelap Gulita, Untung PDAM dan BPBD Kutim Berhasil Sedot Air di Gardu Utama PLN
SANGATTA (23/3-2022) KotaSangatta nyaris gelap gulita akibat banjir, pasalnya Gardu Utama PLN Sangat ....
- editor@ivan
- 23 Mar 2022
- 715
23 Orang Berjuang Raih 4 Jabatan Esselon II di Kutim
SANGATTA (27/11-2020)Sebanyak 23 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kutim, sejak Kamis (26/11) ....
- editor@ivan
- 27 Nov 2020
- 801

