Kutai Timur

Fauzan terkesan Kutim hingga hafal Mars Kutim

Fauzan terkesan Kutim hingga hafal Mars Kutim  AKBP Fauzan Arianto menerima cendramata berupa mandau dari Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Isri.

  SANGATTA (14/7).

Mantan Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengaku terkesan dengan Kutim, ia mengaku tidak akan melupakan Kabupaten yang mempunyai beragam adat budaya serta keindahan alamnya ini. Saat digelar pisah sambutoleh Pemkab Kutim  di gedung Pemkab Kutim, Senin (13/7) malam, diakuinya  semangat kebersamaan antar instansi dan masyarakat membuat ia bahagia  selama memimpin Polres Kutim. ‘berkat sinergitas yang kuat dan nyaman tanpa terasa saya sudah lebih setahun bertugas di Kutim, terima jasih kepafda semua ;pihak yang telah mendukung kerja Polres Kutim selama ini,’’ kata  AKBP Fauzan saat menyampaikan sambutannya didampingi Istri.

Fauzan dengan serius mengakui banyak belajar dengan Bupati Ardiansyah serta Wabup Kutim Mahyunadi dalam memimpin dan mengelola Kutim yang cukup luas bahkan jika dibandingkan dengan luas provinsi Jabar digabung dengan Provinsi Benten ditambah kondisi daerahyang memerlukan perhatian serius agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang berdampak terhadap terkendalinya Kamtibmas.

Mengenakan kemaja batik lengan panjang, Fauzan mengakui tingginya Kepercayaan masyarakat kepada Polres Kutim merupakan sumber energi dan vitamin bagi keluaega besar Polres Kutim dalam melaksanakan tugas dan lebih maksimal, berkomunikasi dan berkoordinasi untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kutim.

Meski merasa singkat  bertugas di Kutim, namun Fauzan mengakui Kutim bukan tempat tugas sementara tetapi bagian riwayat hidupnya yang terlupakan. “Kutim the Magic Land Indonesia,’ sebut pria yang mendapat tugas baru di polresta Balikpapan ini.

Tidak heran Fauzan begitu hasfal dengan Mars Kutai Timur “Mars Kutim selalu saya putar setiap hari untuk membakar semangat kerja saya, “ bebernya dalam acara yang dihadiri Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wabup Mahyunadi beserta Istri dan Forkopimda, kepala Opd, perngusaha dan tokoh masyarakat.

Dipenghujung sambutannya, ia mengingatkan warga Kutim untuk mewaspadai ancaman gangguan di era transformasi digital  yang  berkembang pesat dan cepat. ‘’ namun jika semua pihak bersatu untuk menangkal gangguan sosial ini , saya yakin rakyat Kutim lebih maju dan sejahtera’’ tandasnya serya menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan selama bertugas. (sk01))

 

 

 

 

Share to:

Ivan

Editor