Kesehatan

DInkes Kutim sebut kondisi udara Berbahaya

DInkes Kutim sebut kondisi  udara  Berbahaya kondisi udara di muara ancalong Rabu (16/9) siang.

SANGATTA

DINAS Kesehatan Kutim juga mengimbau agar kegiatan belajar untuk sementara dialihkan ke pembelajarang daring demi kesehatan anak didik dan tenaga pengajar atau guru. Imbauan itu dikemukakan Kadis kesehatan Kutim dr Yuwanan Sri Kurniawati berdasarkan informasi semua Puskesmas di Kutim yang melaporkan udara di Kutim akibat Karhutla kurang baik.

Informasi kondisi udara di Kutim ini disampaikan dr Yuwana dalam gruop whattshap Pemkab Kutim agar mendapat atensi demi kesehatan siswa dan masyarakat.’’jika berda di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker, pesan ini bagi orang dewasa memang ditaati tapi bagi anak-anak sekolah sulit bahgkan mereka lebih banyAK berada di luar kelas karena dalam ruangan terlalu panas terlebih bago sekolah yang tidak mempunyai AC atau Kipas Angin,’ ungkapnya.

Dalam laporan yang ia terima Rabu (16/9) pagi disebutkan sekitar Batu Ampar diketahui kualitas udaranya konsentrsasi PM2,5  mencapai 145 dan PM 10 sebesar 419 dengan suhu mencapai 25,96 derajat celsius.dari laporan iitu, PM 10 jauh berada di atas angka normal yang merekomendasikan 75,’’dengan kondisi udara demikian artinya udara di Batu Ampar dalam katagori bahaya bagi kesehatan manusia,'' tandas dr Yyuwana.

Kondisi serupa juga diterima dari Puskesmas Sepaso.dimana PM 10 memncapai 629 sedangkan PM 2,5 sebesar 221. Terkait kebijakan perubahsan sistem pembelajaran, dr yuwana menegaskan kewenangan Dinas Pendidikan Nasional Kutim. ‘’ kami hanya menginformasikan kondisi udara berdasarkan alat yang kami miliki,’’ sebut dr Yuwana.

Pengamatan Swara Kutim dati laporan koresponden di kecamatan- kecamatan bahwa udara di semua kecamatan dalam beberapa hari terakhir mulai berkabut tebal akibat asap Karhutla. ‘’di Muara Ancalong udara tampak berkabut serta ada abu dan  sisa-sisa kabakaran lahan yang ikut terbang bersama angin,’ sebut Fauzul Koresponden Swara Kutim di Muara Ancalong.(Tim SK)

Share to:

Ivan

Editor