Diambil Dengan Proses Adat, Tanah dan Air Kutai Lama dan Paser Wakili Kaltim ke IKN
- editor@ivan
- 12 Mar 2022
- 965
Prosesi pengambilan air di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kukar.
SAMARINDA (12/3-2022)
Prosesi pengambilan tanah dan
air di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kukar dan Kabupaten Paser berlangsung
lancar. Pemkab Kukar dan Paser bersama Kesultanan Kutai Kartanegara dan Paser,
memberikan dukungan penuh. “Alhamdulillah, prosesi pengambilan tanah dan air
dari dua wilayah yang mewakili Kerajaan
atau Kesultanan di Kaltim yang dilaksanakan Sabtu tanggal 12 Maret 2022
berjalan lancer,†terang Kepala Biro Adpim Setda Kaltim, M Syafranuddin.
Dijelaskan, pengambilan tanah
dan air di Kukar dan Paser, sebagai simbol rakyat Kaltim siap dan akan bekerja
keras untuk mensukseskan Ibukota Negara Nusantara (IKN). Prosesi pengambilan
tanah di Paser berlangsung ritual adat dipimpin SPYM Aji Muhammad Jarnawi SH
dan SPYM Muhammad Sultan Alamsyah III. Sementara pengambilan tanah dan air di
Kutai Lama Kukar dilakukan Ketua Adat Kutai Lama Abdul Munir disaksikan Camat
Anggana Rendra Abadi, Karo Adpim Setda Kaltim Syafranuddin, Kapolsek Anggana
AKP Andy Wahyudi serta Kepala Desa Kutai Lama Nurdin. “Alhamdulillah,
prosesinya berjalan lancar,†terangnya.
Disebutkan tanah dan air yang
disimpan dalam tempat khusus dan berbungkus kain kuning, dimasukan dalam Anjat
(Ransel Khas Dayak,red) untuk kemudian diserahkan ke Gubernur Kaltim Isran
Noor, Ahad (13/3) besok. “Semua ada
maknanya seperti anjat yang digunakan sebagai tempat membawa atau menyimpan
tanah dan air yang diambil di Paser dan Kutai Lama sebelum dibawa ke Titik Nol
IKN guna disatukan dengan tanah dan air se Indonesia yang dibawa semua
gubernur,†beber pria yang akrab disapa
Ivan ini.
Terkait Kutai Lama, dalam catatan sejarah Kutai Kartanegara pernah
menjadi pusat Kerajaan Kutai Kertanegara
selama 4 abad yakni sejak tahun 1300 sebelum berpindah ke Jembayan, dan
terakhir di Tenggarong. “Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya kerajaan
Kutai Kertanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad
ke-14,†terangnya.
Lebih jauh, Jubir Gubernur Kaltim
ini menyebutkan terpilihnya pengambilan air dan tanah di Kutai Lama karena
melihat sejarah. Selain itu, sejak ia kecil Kesultanan Kutai Kartanegara,
sebelum melakukan Erau terlebih dahulu mengambil air dari Sungai Lama kemudian
dibawa ke Keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi pelaksanaan Erau.
“Ritual Ngalak (ambil,red) Air mengandung pesan agar selalu mengingat
asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan.
Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong, keluarga Kesultanan
Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek
moyang mereka,†sebutnya.
Jubir Gubernur Kaltim ini atas nama Gubernur Kaltim menyampaikan
terima kasih dan penghargaan kepada Pemkab Kukar, Paser, Kesultanan Kutai
Kartanegara, Sultan Paser, Camat dan Forkopimda Anggana, Kades dan Ketua Adat
Kutai Lama yang memberikan dukungan dalam proses pengambilan tanah dan air
guna IKN Nusantara.(@HQ)
Berita Lainnya
Dapat Amanah Dewan Pers, PWI Kaltim Bulan Juni Gelar UKW Lagi
SAMARINDA (4/3-2021)Meningkat kemampuan anggotanya,nbsp; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimant ....
- editor@ivan
- 04 Mar 2021
- 691
Menghemat Biaya dan Waktu, 2 Rakor Disatukan
SAMARINDA (22/4-2022) Rakorantar OPD yang digelar Pemprov Kaltim di Jakarta, semata-mata pertimbanga ....
- editor@ivan
- 22 Apr 2022
- 718
Setelah Dilatih, 450 Anggota Yonoif 611 AWL Siap Dikirim ke Papua
SAMARINDA (22/12-2020)Menjelang keberangkatan ke Papua, 450 Prajurit Yonif 611 Awang Long (AWL), Sel ....
- editor@ivan
- 22 Des 2020
- 1343
Nekad jualan sabu, AP terancam pidana mati serta denda Rp 10 M
SANGATTA. AP berusia 37 tahun, hanya pasrah ketika iadibergol dan dibawa ke Polres Kutim ketika diam ....
Bantuan UKM Sebesar Rp2,4 Juta Diminati, Diharap Berlanjut
SANGATTA (22/12-2020)Sebagai pelaku usaha mikro, ratusan warga Kutim, Selasanbsp; (22/12) mendaftar ....
- editor@ivan
- 22 Des 2020
- 765

