Diambil Dengan Proses Adat, Tanah dan Air Kutai Lama dan Paser Wakili Kaltim ke IKN
- editor@ivan
- 12 Mar 2022
- 887
Prosesi pengambilan air di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kukar.
SAMARINDA (12/3-2022)
Prosesi pengambilan tanah dan
air di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kukar dan Kabupaten Paser berlangsung
lancar. Pemkab Kukar dan Paser bersama Kesultanan Kutai Kartanegara dan Paser,
memberikan dukungan penuh. “Alhamdulillah, prosesi pengambilan tanah dan air
dari dua wilayah yang mewakili Kerajaan
atau Kesultanan di Kaltim yang dilaksanakan Sabtu tanggal 12 Maret 2022
berjalan lancer,†terang Kepala Biro Adpim Setda Kaltim, M Syafranuddin.
Dijelaskan, pengambilan tanah
dan air di Kukar dan Paser, sebagai simbol rakyat Kaltim siap dan akan bekerja
keras untuk mensukseskan Ibukota Negara Nusantara (IKN). Prosesi pengambilan
tanah di Paser berlangsung ritual adat dipimpin SPYM Aji Muhammad Jarnawi SH
dan SPYM Muhammad Sultan Alamsyah III. Sementara pengambilan tanah dan air di
Kutai Lama Kukar dilakukan Ketua Adat Kutai Lama Abdul Munir disaksikan Camat
Anggana Rendra Abadi, Karo Adpim Setda Kaltim Syafranuddin, Kapolsek Anggana
AKP Andy Wahyudi serta Kepala Desa Kutai Lama Nurdin. “Alhamdulillah,
prosesinya berjalan lancar,†terangnya.
Disebutkan tanah dan air yang
disimpan dalam tempat khusus dan berbungkus kain kuning, dimasukan dalam Anjat
(Ransel Khas Dayak,red) untuk kemudian diserahkan ke Gubernur Kaltim Isran
Noor, Ahad (13/3) besok. “Semua ada
maknanya seperti anjat yang digunakan sebagai tempat membawa atau menyimpan
tanah dan air yang diambil di Paser dan Kutai Lama sebelum dibawa ke Titik Nol
IKN guna disatukan dengan tanah dan air se Indonesia yang dibawa semua
gubernur,†beber pria yang akrab disapa
Ivan ini.
Terkait Kutai Lama, dalam catatan sejarah Kutai Kartanegara pernah
menjadi pusat Kerajaan Kutai Kertanegara
selama 4 abad yakni sejak tahun 1300 sebelum berpindah ke Jembayan, dan
terakhir di Tenggarong. “Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya kerajaan
Kutai Kertanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad
ke-14,†terangnya.
Lebih jauh, Jubir Gubernur Kaltim
ini menyebutkan terpilihnya pengambilan air dan tanah di Kutai Lama karena
melihat sejarah. Selain itu, sejak ia kecil Kesultanan Kutai Kartanegara,
sebelum melakukan Erau terlebih dahulu mengambil air dari Sungai Lama kemudian
dibawa ke Keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi pelaksanaan Erau.
“Ritual Ngalak (ambil,red) Air mengandung pesan agar selalu mengingat
asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan.
Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong, keluarga Kesultanan
Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek
moyang mereka,†sebutnya.
Jubir Gubernur Kaltim ini atas nama Gubernur Kaltim menyampaikan
terima kasih dan penghargaan kepada Pemkab Kukar, Paser, Kesultanan Kutai
Kartanegara, Sultan Paser, Camat dan Forkopimda Anggana, Kades dan Ketua Adat
Kutai Lama yang memberikan dukungan dalam proses pengambilan tanah dan air
guna IKN Nusantara.(@HQ)
Berita Lainnya
Catatan ke Turki (8) : Stasiun KRL Terbuka, Penumpang Tetap Lewat Pintu
OBYEK wisata di Turki, punya daya tarik tersendiri,dan menelusuri obyek wisata di negara Presiden Re ....
- editor@ivan
- 04 Mar 2022
- 906
Pemkab Kukar Hibahkan Tanah Untuk ISBI Kaltim
Pemkab Kukar Serahkan Tanah, Masa Depan ISBIKembali Membaiknbsp;JAKARTA nbsp;(11/4-2022)Nasib ISBI K ....
- editor@ivan
- 11 Apr 2022
- 469
Wagub Hadi : Banyak Hikmah Idul Adha
SAMARINDA (20/7-2021)Hikmah Hari Raya Idul Adha banyak dirasakan serta diimplementasikan dalam kehid ....
- editor@ivan
- 20 Jul 2021
- 947
Cegah Dini, Hidup Apa Adanya Cara Mencegah Korupsi
SANGATTA (28/7-2021)Mencegah prilaku korupsi yang menimpa aparatur negeri sipil (ASN), Pemkab Kutim ....
- editor@ivan
- 28 Jul 2021
- 646
giliran siswa sekolah mahkotaKelir kunjungi DPK Kaltim
SAMARINDA(19/11) Minat anak-anak sekolah untuk berkunjung ke unitlayanan perpustakaan daerah kaltim ....
- penulis@VAN
- 19 Nov 2024
- 180




