Diambil Dengan Proses Adat, Tanah dan Air Kutai Lama dan Paser Wakili Kaltim ke IKN
- editor@ivan
- 12 Mar 2022
- 777

SAMARINDA (12/3-2022)
Prosesi pengambilan tanah dan
air di Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana Kukar dan Kabupaten Paser berlangsung
lancar. Pemkab Kukar dan Paser bersama Kesultanan Kutai Kartanegara dan Paser,
memberikan dukungan penuh. “Alhamdulillah, prosesi pengambilan tanah dan air
dari dua wilayah yang mewakili Kerajaan
atau Kesultanan di Kaltim yang dilaksanakan Sabtu tanggal 12 Maret 2022
berjalan lancer,†terang Kepala Biro Adpim Setda Kaltim, M Syafranuddin.
Dijelaskan, pengambilan tanah
dan air di Kukar dan Paser, sebagai simbol rakyat Kaltim siap dan akan bekerja
keras untuk mensukseskan Ibukota Negara Nusantara (IKN). Prosesi pengambilan
tanah di Paser berlangsung ritual adat dipimpin SPYM Aji Muhammad Jarnawi SH
dan SPYM Muhammad Sultan Alamsyah III. Sementara pengambilan tanah dan air di
Kutai Lama Kukar dilakukan Ketua Adat Kutai Lama Abdul Munir disaksikan Camat
Anggana Rendra Abadi, Karo Adpim Setda Kaltim Syafranuddin, Kapolsek Anggana
AKP Andy Wahyudi serta Kepala Desa Kutai Lama Nurdin. “Alhamdulillah,
prosesinya berjalan lancar,†terangnya.
Disebutkan tanah dan air yang
disimpan dalam tempat khusus dan berbungkus kain kuning, dimasukan dalam Anjat
(Ransel Khas Dayak,red) untuk kemudian diserahkan ke Gubernur Kaltim Isran
Noor, Ahad (13/3) besok. “Semua ada
maknanya seperti anjat yang digunakan sebagai tempat membawa atau menyimpan
tanah dan air yang diambil di Paser dan Kutai Lama sebelum dibawa ke Titik Nol
IKN guna disatukan dengan tanah dan air se Indonesia yang dibawa semua
gubernur,†beber pria yang akrab disapa
Ivan ini.
Terkait Kutai Lama, dalam catatan sejarah Kutai Kartanegara pernah
menjadi pusat Kerajaan Kutai Kertanegara
selama 4 abad yakni sejak tahun 1300 sebelum berpindah ke Jembayan, dan
terakhir di Tenggarong. “Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya kerajaan
Kutai Kertanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad
ke-14,†terangnya.
Lebih jauh, Jubir Gubernur Kaltim
ini menyebutkan terpilihnya pengambilan air dan tanah di Kutai Lama karena
melihat sejarah. Selain itu, sejak ia kecil Kesultanan Kutai Kartanegara,
sebelum melakukan Erau terlebih dahulu mengambil air dari Sungai Lama kemudian
dibawa ke Keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi pelaksanaan Erau.
“Ritual Ngalak (ambil,red) Air mengandung pesan agar selalu mengingat
asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan.
Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong, keluarga Kesultanan
Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek
moyang mereka,†sebutnya.
Jubir Gubernur Kaltim ini atas nama Gubernur Kaltim menyampaikan
terima kasih dan penghargaan kepada Pemkab Kukar, Paser, Kesultanan Kutai
Kartanegara, Sultan Paser, Camat dan Forkopimda Anggana, Kades dan Ketua Adat
Kutai Lama yang memberikan dukungan dalam proses pengambilan tanah dan air
guna IKN Nusantara.(@HQ)
Berita Lainnya

Mendagri Tito : Satpol PP Tegakan Disiplin Tapi Harus Humanis
JAKARTA (18/7-2021)Melihat berbagai kasus timbul dari penerapan PPKM Mikro atau Darurat di sejumlah ....
- editor@ivan
- 18 Jul 2021
- 527

Biro Humas Sebar Baliho "Ayo Vaksin C19"
SAMARINDA (1/3-2021)Mensosialisasikan manfaat vaksin Covid 19 di Kaltim, Biro Humas Setda Kaltim dal ....
- editor@ivan
- 01 Mar 2021
- 1145

Berkas dan 5 Pejabat Kutim Dilimpahkan
SANGATTA (1/11)Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) penghujung Oktober lalu,nbsp; menuntaskan ....

Membedah Dakwaan Kasus Gratifikasi Pejabat Kutim (5) : Di Diknas, DA Mendapat Paket Proyek Senilai Rp72,9 M
PENGATURAN PENGGUNAANnbsp; APBD Kutimnbsp;nbsp;yang dikabarkan sakit karena banyaknya utang yang har ....
- editor@ivan
- 27 Nov 2020
- 727

Bengalon Harapkan Jembatan
SANGATTA (9/3-2021)Kecamatan Bengalon menjadi sasaran pertama kunjungan Bupati Kutim Ardiansyah dan ....
- editor@ivan
- 09 Mar 2021
- 766