Kutai Timur

38 desa terkena dampak sosial beroperasinya perusahaan di Kutim

38 desa terkena dampak sosial beroperasinya perusahaan di Kutim Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerima hasil Riset PT Inthaca saat berlangsung sosialisasi RIPM kutim (foto Ist)

SANGATTA,

KUTAI TIMUR mengalami kemajuan signifikan dalam program pemberdayaan masyarakat. Ini tiadalain dampak sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kutim. Kehadiran perusahaan di Kutim dikaui Bupati Ardiansyah Sulaiman berdampak positif kepada masyarakat dan daerah. Karenanya ia menaruh harapan program CSR perusahaan diintegarsikan dengan pembangunan dserah terutama untuk tahun 2027 yang tinggal beberapa bulan lagi.

Harapan itu dikemukan Ardiansyah  saat mengikuti sosialisasi pemetaan yang dilakukan PT Ithaca Resource. Kegiatn yang digelar di Kantor Bupati Kutim Rabu (24/6)  diikuti hampir semua perusahaan di Kutim ini disampaikan Rancangan rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat (RIPM) yang diharapkan menjadi pedoman awal perusahaan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan CSR.

Konsultasi publik yang melibatkan perusahaan yang sebagian besar di bidang pertambangan ini, diakui Bupati Ardiansyah  sesusai amanat Kementrian ESDM yang mewajibkan perusahaan pertambangan menyelaraskan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dengan Pemda sebelum dokumen RIPM disahkan dan diserahkan ke Pemda. ‘’sekarang sudah ada  38 desa di 9 kecamatan yang menjadi obyek kegiatan CSR perusahaan pertambangan Yang telah menyelesaikan pemetaan sosial dan pemetaan pemangku kepetingan yang ada dalam wilayah opersional perusahaan,’’ terang Head of Corporate & ESG PT Ithaca Resource Dian Oktavia, seraya menambahkan wilayah opersional yang ia maksud  dari Busang hingga Desa Sekarat Bengalon.

Untuk memperkuat riset yang dilakukan PT Ithaca, Pertemuan yang tergolong penting bagi Pemkab Kutim, wajib dihadiri semua desa dan kecamatan yang selama ini mitra kerja PT Ithaca. ‘’program pemberdayaan yang disusun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,’’ terang Dian seraya menambahkan saat ini hasil riset yang dilakukan masih tahap kontruksi namun ditergetkan sudah diimplementasikan mulai tahun 2027 mendatang.

Diungkapkan Dian sebagian besar komitmen program CSR masih berpusat dalam peningkatan kualitas SDM termasuk  penguatan Kesejahteraan Rakyat. Serta derajat kesehatan masyarakat.’’ Semuanya memang kebutuhaan riil masyarakat’’ tandasnya.

Riset pemetaan sosial yang dilakukan PT Inthaca juga menyimpulkan ada sejumlah tantangan yang menjadi perhatian semua pihak terlebih dalam upaya meningkatkan Kesejahteraan rakyat dan kesehatan masyarakat. ‘seperti masalah stunting  dan menggelorakan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat,’’ beber Dian.

Terhadap hasil risetPT Inthaca, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengajak perusahaan yang beroperasi di daerahnya ikut dan peduli dengan masyarakat terutama sekitar daerah operasi . ‘’saya mengajak semua perusahaan semakin peka dengan keadaan masyarakat sekitar daerah operasinya  agar sama-sama merasakan  keberadaan sumber daya alam yang ada,’’ pesan Ardiansyah. Sulaiman seraya menambahkan perusahaan jangan segan-segan untuk menkordinasikan program CSR nya dengan Pemkab Kutim.(SK01)

 

 

Share to:

Ivan

Editor