MENGAPA MENGELOLA OPINI PUBLIK DI ERA DIGITAL LEBIH SULIT DARIPADA DI ERA KONVENSIONAL ??? Dr.Charles Bonar Sirait,SE.,MM*
MENGAPA MENGELOLA OPINI PUBLIK DI ERA DIGITAL LEBIH SULIT DARIPADA DI ERA KONVENSIONAL ??? Dr.Charles Bonar Sirait,SE.,MM*
Berdasarkan berbagai kajian strategik Mengelola opini publik di era digital^• jauh lebih sulit dibandingkan di era konvensional karena :
Hilangnya kontrol penuh atas
arus informasi, tingginya kecepatan penyebaran data, dan adanya polarisasi yang
diperkuat oleh algoritma media sosial
Di era konvensional,
komunikasi terjalin secara searah (one-to-many) melalui media massa yang
terpusat*.
Sementara di era digital,
komunikasi bersifat dua arah atau banyak arah (many-to-many)* di mana setiap
orang bisa menjadi konsumen sekaligus produsen berita.
Berikut adalah faktor-faktor
utama yang mendasari mengapa pengelolaan opini publik saat ini menjadi sangat
kompleks:
#1 - Demokratisasi Media dan
Hilangnya Gatekeeper
Era Konvensional :
* ?Opini publik dibentuk melalui media arus utama
(TV, radio, koran) yang memiliki gatekeeper (editor/redaksi).
* ?Konten yang keluar disaring dengan ketat, sehingga
narasi lebih mudah dikendalikan.
Era Digital :
- Setiap individu yang
memiliki ponsel dan internet dapat menyuarakan opininya secara instan.
- ?Tidak ada penyaring tunggal, sehingga narasi
tandingan dari masyarakat dapat dengan mudah mematahkan komunikasi resmi suatu
lembaga atau tokoh publik.
#2 - Kecepatan dan Skala
Penyebaran (Viralitas)
Era Konvensional :
- Isu atau krisis membutuhkan
waktu berhari-hari untuk menyebar luas ke masyarakat, memberikan waktu bagi tim
humas/PR untuk merumuskan strategi respons.
Era Digital:
- Sebuah unggahan negatif,
rumor, atau potongan video di media sosial dapat menjadi viral secara nasional
atau global dalam hitungan menit atau jam.
- ?Tim pengelola opini publik dituntut merespons
secara real-time, yang sering kali memicu kesalahan akibat terburu-buru.
#3 - Fenomena Echo Chamber dan
Polarisasi Algoritma
Era Konvensional :
Masyarakat mengonsumsi media
yang relatif homogen dan cenderung terpapar pada pandangan yang seimbang.
Era Digital:
- Algoritma media sosial
dirancang untuk menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna.
- ?Hal ini menciptakan echo chamber (ruang gema), di
mana masyarakat hanya mendengar opini yang sejalan dengan mereka.
- ?Akibatnya, terjadi polarisasi ekstrem yang membuat
audiens sangat sulit diyakinkan jika sebuah informasi bertentangan dengan
keyakinan kelompok mereka.
#4 - Maraknya Hoaks,
Disinformasi, dan Akun Palsu (Bots)
Era Konvensional:
Fitnah atau rumor menyebar
lewat mulut ke mulut secara terbatas dan lebih mudah diklarifikasi.
Era Digital:
* ?Hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi
diproduksi secara massal menggunakan teknologi (seperti deepfake).
* ?Kehadiran buzzer, pemengaruh (influencer), dan
jaringan akun robot (bots) dapat memanipulasi tren dan merekayasa opini publik
secara artifisial, membuat kebenaran menjadi bias (post-truth)
#5 - Anonimitas dan
Fragmentasi Audiens
Era Konvensional:
Audiens lebih mudah dipetakan
berdasarkan geografi, usia, atau latar belakang sosial-ekonomi melalui survei
berkala.
Era Digital:
- Audiens sangat
terfragmentasi ke dalam komunitas-komunitas digital yang spesifik.
- ?Sifat anonimitas di internet juga membuat netizen
lebih berani memberikan kritik tajam, kecaman, atau pembunuhan karakter (cancel culture) tanpa rasa takut, sehingga
perlawanan terhadap opini tertentu menjadi lebih agresif.
*1) Founding Chairman
Nusantara One & CBS Communications
-2)?Ketua Komite Tetap Peningkatan Kerjasama Promosi
Investasi Daerah Kadin Indonesia (Bagian dari Organisasi Wakil Ketua Umum
Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi & Lingkungan Hidup Kadin
Indonesia)
Berita Lainnya
berkat sinergitas 3 pilar, program asta cita segera terrwujud di Kutim
SANGATTA (13/7)sinergitas tiga pilar mulai diwujudkan dikaltim terutama di kutai timur, kerja bareng ....
- editor@ivan
- 13 Jul 2025
- 150
SEWA RUMAH UNTUK JUALAN SABU DI BENGALON
Sewa rumah untuk jual NarkotikaSANGATTA,Banyaknya oknum masyaraksat ysang ditangkap karena terlibsat ....
tips berhaji (7)Ngak perlu bawa uang banyak cukup bawa kartu atm berlogokan visa dan master card.
menunaikan ibadah haji atau umrrah tantangannya tak jauhberbeda,terutama keinginan untuk belanja ole ....
- editor@ivan
- 06 Mei 2025
- 169
Curi motor untuk cari pekerjaan.
SANGATTA,Seorang priaberinisial DR (23) kini berurusan dengan polisi karena diduga melakukanpencuria ....
Tuntut TPP Dibayarkan ratusan Pegawai RSU AWS Gelar AKSI Damai
SAMARINDA.Kegalauan pegawai RSUAbdoel Wahab Syahrani (AWS) Samarinda terkait pembayaran TunjanganPer ....

