Kutai Timur

di HUT Kutim ke 27 :bupati Kutim ingatkan jajarannya masih banyak tugas belum selesai

di HUT Kutim ke 27 :bupati Kutim ingatkan jajarannya masih banyak tugas  belum selesai peresmian pengopersian listrik 24 jam di sejumlah desa di Sangkulirang bukti pembangunan terus berjalan di Kutim

SANGATTA,

Peringatan HUT Kabupaten Kutai Timur ke 27, Senin (12/10) berlangsung khidmat dan penuh momen bersejarah yang mengiringi kehadiran Kabupaten di Pesisir Selat  Makassar ini, selain dihadiri Isran Noor dan Mahyudin keduanya mantan Bupati Kutim dimana Ardiansyah Sulaiman menjadi wakil Bupati.

Kehadiran tokoh besar yang pernah menoreh sejarah politik nasional ini, memompa semangat Adriansyah untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Kutim.

Meski demikian ia mengakui, kemajuan yang diraih Kutim dalam rentang 27 tahun tidak terlepas peran pedahulunya yang telah menancapksn tongak pembangunan Kutim lebih kokoh dan tidak mengandalkan sumber daya alam seperti batubara dan  minyak semata tapi di sektor pertanian dan perkebunan.

“Dua puluh tujuh tahun bukan sekadar perjalanan waktu,’ ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman  dalam upacara yang dikomandani Vita Hasanah S.STP-  Camat Rantau Pulung.

Karena Di dalamnya terdapat sejarah panjang tentang bagaimana Kutai Timur tumbuh, membangun, menghadapi perubahan, dan terus berupaya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi

Ada cita-cita yang telah diwujudkan. Ada pembangunan yang telah dirasakan. Ada keberhasilan

Karena itu, lanjutnya saat memimpin upacaraHUT Kutim ke 27, Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur bukan semata-mata momentum untuk mengenang apa yang telah kita capai. Lebih dari itu, hari ini adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus meneguhkan arah Kutai Timur menuju masa depan yang lebih maju.

Memasuki usia ke-27, Kutai Timur tidak hanya merayakan perjalanan panjang sebuah daerah, tetapi juga meneguhkan kembali arah dan semangat untuk melangkah ke depan. Semangat tersebut tercermin dalam tema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama,” yang mengandung pesan penting tentang bagaimana pembangunan harus dijalankan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Berdaya berarti memiliki kemampuan untuk mengelola potensi yang dimiliki, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat perekonomian, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sedangkan makna  tumbuh bersama , dijjelaskannya, arti kemajuan Kutai Timurdapat dirasakan lebih merata di seluruh desa dan kecamatan serta seluruh lapisan masyarakat. Pertumbuhan harus membuka kesempatan yang lebih luas, memperkuat desa sebagai bagian penting dari pembangunan, memberdayakan masyarakat, serta memastikan bahwa kemajuan daerah berlangsung secara inklusif. Inilah semangat yang harus terus kita jaga dalam melanjutkan pembangunan Kutai Timur. Dalam perjalanan 27 tahun tersebut, apa yang kita capai hari ini tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pemimpin terdahulu, DPRD, aparatur pemerintahan, TNI dan Polri, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, insan pendidikan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan tenaga, pikiran, pengabdian, dan doa bagi kemajuan Kutim.

Apa yang di nikmati hari ini merupakan hasil dari kerja dan pengabdian banyak generasi. Karena itu, tugas kita sebagai penerus, kata Ardiansyah bukan hanya melanjutkan apa yang telah dibangun, tetapi juga menjaga fondasinya, memperbaiki berbagai kekurangan, dan menghadirkan terobosan yang dibutuhkan. Dengan demikian, pembangunan yang kita laksanakan hari ini tidak berhenti sebagai capaian pada masa sekarang, tetapi menjadi pijakan yang kuat bagi generasi Kutai Timur di masa depan.di usia ke-27 Kutim, semua perlu melihat Kutai Timur dengan jujur dan objektif.Kutim degan umber daya alam yang melimpah telah menjadi salah satu fondasi utama perekonomian daerah. Namun, pengalaman 27 tahun juga mengajarkan kepada kita bahwa kekayaan sumber kita ubah menjadi nilai tambah, kesempatan kerja, keterampilan, inovasi, dan kesejahteraan yang lebih luas. Pada tahun 2025, perekonomian Kutai Timur alhamdulilllah  tumbuh positif sebesar 1,05 persen. Namun, struktur ekonomi masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian yang memberikan kontribusi sekitar 70,16 persen terhadap PDRB. Di sisi lain, sektor industri pengolahan tumbuh cukup tinggi, mencapai 19,12 persen. Angka ini memberikan pesan  jelas bahwa Kutai Timur sedang berada pada fase penting dalam perjalanan transformasi ekonomi. Kutai Timur tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa. Karena itu, hilirisasi perlu terus diperkuat dan investasi mampu. diarahkan untuk membangun rantai ekonomi yang lebih kuat, beragam, dan memberikan manfaat seluas-luasnyabagi masyarakat. ‘’Pengembangan industri pengolahan, termasuk rencana gasifikasi batu bara menjadi metanol di Bengalon, menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah dan masyarakat. Inilah makna Kutai Timur Berdaya: memiliki kemampuan mengolah kekayaan yang dimiliki menjadi nilai tambah, kesempatan, dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,’’ tandas Bupati Ardiansyah dalam upacara yang dihadiri Sultan Kutai, Kalangan Pebisnis, serta puluhan Perwira di lingungan Polres, Kodim serta Lanal Sangatta.

Secara jujur Ardiansyah mengakui Pertumbuhan ekonomi  berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kita bersyukur, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kutai Timur meningkat dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025, sementara Indeks Kepuasan Masyarakat juga naik dari 81,41 menjadi 85,82. Capaian tersebut patut diapresiasi, namun bagi pemerintah, angka bukanlah tujuan akhir. Setiap peningkatan harus tercermin dalam kehidupan  masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas, layanankesehatan yang semakin mudah dijangkau, peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja, serta pelayanan dasar yang lebih baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, komitmen terhadap kualitas pelayanan terus kita perkuat.

Tak heran Kutim di tahun 2026 meraih berbabag Penghargaan antara lain UHC Award 2026 kategori Utama o serta apresiasi yang diterima sejumlah unit pelayanan pemerintah daerah atas kualitas pelayanan publik. Sebagai kepala daerah ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajarannya  yang telah bekerja dan berkontribusi dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun,ia mengingatkan  setiap penghargaan harus menjadi pengingat untuk terus berbenah. ‘’Ukuran keberhasilan pemerintah bukan banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, adil, berkualitas, dan manusiawi,’ pesannya dihadapan Kepala OPD serta Camat se Kutim itu.

Ditegaskanya, Pembangunan harus hadir dalam bentuk yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti jalan dan jembatan harus semakin baik, air bersih dan listrik yang semakin merata, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak, serta konektivitas yang membuka akses terhadap pelayanan dan peluang ekonomi. Alhamdulillah, Pada Agustus lalu, ujra Ardisansyah, enam desa di Kecamatan Sangkulirang, yaitu Saka, Palawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, dan Peridan telah menikmati listrik PLN 24 jam. Kemudian pada HUT TNI ke 81 tepatnya tanggal  5 Oktober 2026, empat desa di Kecamatan Batu Ampar, yakni Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari, juga resmi menikmati listrik 24 jam setelah menanti selama puluhan tahun. Capaian tersbut menunjukkanbahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar membangun lebih banyak, tetapi memastikan manfaat pembangunan sampai kepada masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan pusat pertumbuhan. Bagimasyarakat desa, listrik bukan sekadar penerangan. Listrik berarti kesempatan bagi anak untuk belajar, bagi pelaku usaha untuk berkembang, serta terbukanya akses terhadap teknologi, informasi, dan pelayanan dasar.

Ardiansyah mengingatkan jajaranya untuk terus bekerja karena tugas dari pedahulunya  belum selesai. ‘’Masih ada wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur dan akses listrik. Kita ingin pembangunan terus bergerak hingga tidak ada masyarakat Kutai Timur yang tertinggal hanya karena jarak dan kondisi geografis,’’ katanya tegas yang disambut aplus Isran Noor mantan Gubernur Kaltim dan Bupati Kutim.(sk01/02/03)

 

Share to:

Ivan

Editor