Kutai Timur

Dandim Kutim janji Perhatikan kesra prajuritnya

Dandim Kutim janji Perhatikan kesra prajuritnya Dandim 0909 Kutim letkol CZI ZAINAL Abidin foto bersama dengan sejumlah wartawan usai pertemuan di Ruang Kerjanya.

SANGATTA

Komandan Kodim (Dandim) 0909 Kutai Timur, Letkol CZI Zaenal Abidin, Mengakui tugas utama yang ia lakasanakan sebagai komandan Kodim Kutim, selsain meningkatkan kesejahteraan prajurit namun terpenting memastikan pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah berjalan sesuai program.

Pernyataan itu diungkapkan Zaenal Abidin saat bersilahturahmi dengan sejumlah wartawan  di ruang kerjanya, Jumat (17/7) siang. ‘’sebagai pejabat baru, yang pertama kami lihat adalah anggota dulu,” ujar Zaenal Abidin.

Diakuinya, pembenahan internal menjadi langkah awal yang akan dilakukan. Karenanya dalam waktu tidak lama ia bersama staf memetakan kondisi prajurit secara menyeluruh, mulai soal  kesejahteraan, kondisi keluarga, hingga ketersediaan rumah dinas.’’Kami cek kesejahteraan anggota bagaimana, keluarganya ada di mana, termasuk kami cek ada berapa rumah tinggal atau rumah dinas yang ada di dalam Kodim maupun wilayah Kodim,” bebernya.

Ia mengakui peninjauan awal saat ini masih banyak personel Kodim 0909 Kutai Timur yang belum dapat menempati rumah dinas sehingga harus tinggal di luar wilayah penugasan. Sebagian prajurit bahkan masih harus menempuh perjalanan dari Samarinda maupun daerah lain untuk berdinas di Kutai Timur.’dapat dibayangkan berapa kilometer mereka menempuh perjalanan untuk melaksanakan rugasnya,’’ ungkap zaenal abidin.

Selain soal kesra prajurit, disebutkan  menegaskan fokusnya bagaimana menjalankan tugas pokok TNI AD  termasuk mengawal sejumlah program strategis pemerintah yang menjadi penugasan satuan.

“Sebagai  Dandim, tugas pokok yang diberikan yakni  mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mengawal Jembatan Garuda, dan mengawal air bersih. Termasuk apabila ada tugas ke depan, tentu akan kami laksanakan,” ujarnya seraya  menambahkan kendala yang dihadapi saat ini terbatasnya anggota yang hingga saat ini baru mencapai  184 personel atau sekitar 37 persen dari kebutuhan ideal dengan wilayah seluas negeri Belanda atau Provinsi Jabar dan Banten.“Kondisi ini dihadapi semua Kodim  di Kalimantan Timur. Yang  masih kekurangan personel meskipun rekrutmen prajurit TNI terus dilakukan, sebagian besar personel baru masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP),’’ ungkap mantan Danyon di Kodam Udayana ini.

Dijelaskan BTP merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membentuk satu batalyon teritorial di setiap kabupaten, sehingga pemenuhan personel di satuan kewilayahan seperti Kodim bisa terpenuhi  meski secara bertahap.“Target pemerintah satu kabupaten harus ada satu batalyon teritorial. Karena itu, pemenuhan personel di Kodim masih dilakukan secara bertahap,” pungkas Zaenal Abidin dalam pertemuan yang digelar di ruang kerjanya itu.(sk04)

Share to:

Ivan

Editor