Kutai Timur

visi misi AFI Masih relevan bagi Kutim

visi misi AFI Masih relevan bagi Kutim sekda Kutim Rizali Hadi.

Sekda Kutim akui visi misi Awang Faroek Kutim Pusat Agroindustri jadi kompas.

 

SANGATTA – Cita-cita menjadikan Kabupaten Kutai Timur sebagai pusat agroindustri di Kalimantan Timur yang  digagas  Awang Faroek Ishak semasa menjsdi penjaBAT DAN BUPATI Kutim  diakui  masih relevan untuk arah pembangunan Kutim dalam beberapa tahun  depan.

 Sekretaris daerah  (Sekda ) Kutai Timur  Rizali Hadi ketika ditnaya wartawan terkait mengevaluasi pencapaian pembangunan daerah selama 27 tahun sejak terbentuknya Kabupaten Kutai Timur Pada tahun 1999 lalu.

Sebagai ASN yang memulsai karier dari bawah, Rzali mengingat kembali gagasan Awang Faroek yang menginginkan Kutai Timur menjadi pusat agroindustri di Kalimantan Timur pada 2020. Namun, target waktu tersebut telah berlalu dan cita-cita itu dinilai masih memerlukan upaya berkelanjutan.

 

“Saya ingat dulu cita-cita Pak Awang, menginginkan bahwa Kutai Timur itu menjadi pusat agroindustri di Kalimantan Timur di tahun 2020. Nah, sudah enam tahun kita meninggalkan tahun 2020. Saya kira cita-cita itu masih ideal,” ujarnya.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan sosial dan berbagai program prioritas yang masih perlu dituntaskan.

 

Kondisi tersebut membuat pencapaian target pembangunan membutuhkan tahapan dan penyesuaian dengan kemampuan daerah.

 

Ia menilai, pengembangan agroindustri tetap menjadi gagasan penting bagi Kutai Timur, terutama dalam mendorong pengolahan hasil sumber daya alam dan memperkuat struktur perekonomian daerah.

 

Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Kutai Timur dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pengolahan agar tidak hanya bergantung pada kegiatan ekstraksi sumber daya alam.

 

Meski demikian, upaya mewujudkan cita-cita tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, ketersediaan anggaran, serta prioritas pembangunan yang sedang berjalan.

 

“Ini kan secara bertahap. Ada secara bertahap,” katanya, menegaskan bahwa pencapaian pembangunan memerlukan proses yang berkelanjutan.(SK01)

Share to:

Ivan

Editor