Hukum dan Kriminal

ustads Hamri nyusul kedua anaknya, wafat di RSU Parikesit Tenggarong

ustads Hamri nyusul kedua anaknya, wafat di RSU Parikesit Tenggarong almarhum ustdas Hamri Noor

TENGGARONG.

Ustadz Hamri Noor  bin Noor Muhammad, akhirnya menyusul kedua anaknya  Ali dan Husni yang tewas akibat kabakaran yang menimpa kediamanya Selasa (13/10). Usadz Hamri Noor dinyatakan wafat setelah menjalani perwatan di RSU AM Parikesit Tenggarong Rabu (14/10)  malam.

Kabar wafatnya Ustads Hamri ini cepat menyebar di Tenggarong, pasalnya sejak di bawa ke RSU Parikesit Rabu pagi  sempat dikabar  meninggal dunia trernyata tidak namun sedang mendapat perawatan intensif dokter ksrena luka bakarnya  hampir terjadi sekujur tubuhnya.

Seperti diberitakan, kota Tenggarong yang baru merayakan ulang tahunnya kembali digemparkan dengan kebakaran pemukiman, setelah di jalan Danau Aji Kelurahan Melayu ysng menghangusksn 75 tempat tinggal, kebakaran besar kembali terjadi Selasa (13/10) malam di RT 61 dan 26 Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong.

Yang membuat warga sedihkebakaran tadi malam selain meratakan  11 unit rumah tinggal juga mewaskan kakak beradik yakni Ali dan Husni anak Hamri Noor. Sementara Hamri Noor aysh Ali dan Husni  mengalami luka bakar parah  sehingga dirawat di RSU AM Parikesit Tenggarong, namun Rabu malam dikabarkan pria yang kerap mengajar ilmu agama ini dikabarkan menyusul kedua anaknya.

Kebakaran paling trgis di Kukar ini menurut  keterangan sejumah saksi api mulai berkobar di meterean listrik di kediaman Hamri Noor. Basuki salah satu saksi menyebutkan ketika kebakaran terjadi ia sedang tidur namun tiba-tiba dibangun warga. kediaman Hamri Noor terjadi kebakaran. ‘’saat tiba di kediaman Hamri Noor saya lihat meteran listrik sedang terbakar sehingga saya bersama warga lainnya berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke meteran yang terbakar,’’ kata Basuki. Namun api sudah keburu melahap rumah Hamri Noor yang terbuat dari kayu.

Ditengah warga sibuk memadamkan api dengan alat seadanya, tib-tiba Maratus Salehah – Istri Hamri Noor teriak minta tolongkepada warga karena  ali (7) dan Husin (3) masih berada di dalam rumah. Mendengar anaknya masih di dalam rumah, Hamri Noor langsung masuk ke kobaran  api untuk mencari kedua anaknya, namun gagal sementara Hamri mengalami luka bakar dan api sudah merambat ke rumah warga lainnya.

Api baru berhasil diredakan PMK Kukar pukul 01.35 Wita setelah sejumlah armada dikerahkan. Namun pukul 03.28 Wita kedua anak Hamri Noor ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan.

Polsek Tenggarong bersama tim inafis Polres Kukar langsung mengamankan TKP dan melakukan penyelidikan,saat dilakukan pencarian kedua korban ditemukan sudah meninggal dunia. ’’Dugaan sementara kebakaran akibat korleting dan 2 orang meniggal dunia sementara 11 rumah ludes terbakar, kini kasusnya dalam penyelidikan Unit Inafis Satreskrim Polres Kutai Kartanegara,’’ terang Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi, S.Sos.(sk05)

 

 

 

 

 

Share to:

Ivan

Editor