survei Poltracking Indonesia awal Oktober 2026, 53,3 % rakyat puas dengan pemerintahan Prabowo- Gibran
Hanta Yuda AR Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia
Sangatta,
Poltracking Indonesia awal
Oktober 2026 melakukan survei nasional dengan menggunakan metode
stratified multistage random sampling. Dalam relisnya Poltracking Indonesia Senin
(19/10) disebutkan Pengambilan data
lapangan dilakukan pada tanggal 30 September – 7 Oktober 2026 yang melibatkan 1220 responden dengan margin of error +/-2.9%
pada tingkat kepercayaan 95%. ‘’Klaster survei menjangkau 38 provinsi di
seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih
Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis
kelamin pemilih., ‘ tulis Hanta Yuda AR Direktur Eksekutif Poltracking
Indonesia dalam press relis yang diterima sejumlah media massa termasuk Swara
Kutim.com. malam ini.
Hanta Yudha menyebutkan Pengumpulan
data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka terhadap
responden yang telah terpilih secara acak serta dibantu teknologi aplikasi. ‘Setiap
pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih,’’
terangnya.
Maksud dan tujuan survei diungkapkan
secara umum untuk mengukur tiga dimensi yakni tingkat kepuasan, kepercayaan dan
ekspektasi publik pada dua tahun Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo
Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Temuan pokok dan analisis hasil survei ini
dapat dijelaskan sebagaimana berikut: Pertama. Tingkat kepuasan dan kepercayaan
publik terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak (55.3%) publik mengatakan puas (gabungan sangat puas dan cukup puas)
terhadap kinerja pemerintah, sedangkan (40.9%) mengatakan tidak puas (gabungan
kurang puas dan sangat tidak puas).
Tingkat kepuasan publik ini
diakui relatif stagnan dari Agustus
sampai dengan Oktober 2026. Di antara publik puas terhadap Pemerintahan Prabowo
Subianto - Gibran Rakabuming Raka, dua alasan puas paling dominan karena
Bantuan pemerintah tepat sasaran (16.5%) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
(15.0%). Sedangkan di antara yang mengatakan tidak puas terhadap Pemerintahan
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, alasan paling dominan karena Ekonomi
yang belum stabil (18.9%), diikuti harga kebutuhan pokok mahal (15.4%), dan
Bantuan tidak tepat sasaran (14.3%).
Sementara itu, tingkat
kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai (64.8%)
(gabungan cukup percaya dan sangat percaya), sedangkan (32.1%) publik
mengatakan tidak percaya (gabungan kurang percaya dan sangat tidak percaya).
Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik. Artinya,
keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi daripada evaluasi
terhadap hasil kinerjanya. Menurut Tantangan pemerintah adalah bagaimana
kepercayaan tersebut dapat diikuti oleh peningkatan kepuasan melalui hasil
kebijakan yang semakin dirasakan masyarakat. Kedua. Tingkat kepuasan publik
terhadap kinerja pemerintah Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di
berbagai bidang; Bidang Pendidikan (66.3%), Pertahanan dan Keamanan serta
Sosial Budaya (63.7%), Kesehatan (62.1%), Politik dan Stabilitas Nasional
(53.6%), Hukum dan Pemberantasan Korupsi (43.1%), serta Bidang Ekonomi adalah
yang paling rendah tingkat kepuasannya (36.8%).
Data ini ungkap Hanta Yudha memberikan
gambaran bahwa pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka memiliki
catatan kritis kinerja pada tiga bidang yakni, ekonomi, hukum dan pemberantasan
korupsi, serta politik dan stabilitas nasional.
Dengan apresiasi cukup tinggi
pada kinerja bidang pendidikan, ketahanan dan keamanan, sosial budaya, serta
kesehatan. Ketiga. Terkait persoalan atau masalah pokok yang dihadapi
masyarakat. Permasalahan yang dinilai berhasil ditangani oleh Pemerintahan
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yakni menjaga kerukunan antar umat
beragama (73.8%), menjaga persatuan & kesatuan bangsa (67.0%), dan menjaga
keamanan (66.9%).
Sedangkan yang dinilai paling
rendah berhasil ditangani oleh Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran
Rakabuming Raka yakni menciptakan lapangan pekerjaan (33.3%), menurunkan angka
pengangguran (33.2%), dan mengendalikan harga kebutuhan pokok (31.3%). Terkait
ekspektasi publik, disebutkan harga-harga kebutuhan pokok mahal (45.9%)
merupakan masalah paling pokok yang tengah dihadapi dan harus segera
diselesaikan, diikuti susah mencari lapangan kerja (9.3%), dan pemberantasan
korupsi (8.9%). Sementara itu, di antara (47.9%) publik yang menjawab ada
anggota keluarga yang mengelola lahan pertanian/perkebunan yang membutuhkan
pupuk, sebanyak (50.2%) publik mengatakan mudah mendapatkan pupuk saat
dibutuhkan dalam sebulan terakhir. Di sisi lain (52.2%) publik mengatakan harga
pupuk dalam sebulan terakhir mahal. Sebanyak (52.9%) publik mengatakan baik
terhadap kondisi ekonomi keuangan keluarga setahun terakhir dan (53.5%) publik
mengatakan baik terhadap kondisi penghasilan rumah tangga setahun terakhir.
Sedangkan untuk pengeluaran publik dalam satu tahun terakhir, (65.3%) publik
mengatakan lebih banyak, dan (58.6%) publik mengatakan tidak terjangkau harga
kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir. Keempat.
Terkait Program Prioritas
Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan
manfaatnya diakui Makan Bergizi Gratis (MBG) (29.6%), Bantuan Subsidi Upah
(BSU) (11.4%) dan Kartu Indonesia Sehat (9.6%). ‘’Sebanyak (92.4%) publik
mengetahui program Makan Bergizi Gratis [MBG] merupakan program unggulan dari
pemerintahan Prabowo – Gibran. Di antara yang mengetahui program Makan Bergizi
Gratis [MBG], sebanyak (49.5%) publik mengatakan tidak puas terhadap program
Makan Bergizi Gratis [MBG], sedangkan (47.4%) publik mengatakan puas. Sebanyak
(75.5%) publik mengetahui program Koperasi Desa Merah Putih [KDMP], sedangkan
(18.8%) mengatakan tidak tahu. Di antara yang mengetahui program KDMP, sebanyak
(46.1%) publik mengatakan tidak puas terhadap program KDMP, sedangkan (27.8%)
publik mengatakan puas. Terkait program Sekolah Rakyat, sebanyak (45.6%) publik
mengetahui program Sekolah Rakyat merupakan program unggulan dari pemerintahan
Prabowo - Gibran, sedangkan (45.9%) mengatakan tidak tahu. Di antara yang
mengetahui program Sekolah Rakyat, (65.5%) publik mengatakan puas terhadap
program Sekolah Rakyat, sedangkan (15.3%) publik mengatakan tidak puas,’’ bebernya.
‘’Data yang ada memberikan gambaran bahwa apresiasi publik
terhadap program prioritas cukup tinggi pada Sekolah Rakyat,’ tulisnya.
Sementara, Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) angka kepuasan publik rendah.
Sehingga, ini menjadi PR pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
implementasi dari program prioritasnya. Kelima. Catatan publik terkait
komunikasi pemerintah saat ini masih mendapat apresiasi positif, sebanyak
(60.1%) publik mengatakan baik dengan gaya komunikasi Kabinet Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam
menyampaikan informasi kepada publik, sedangkan (31.1%) publik mengatakan tidak
baik. Terkait komunikasi pemerintah, dua harapan publik yakni segera memberikan
penjelasan resmi (39.6%) menjadi yang paling diharapkan publik untuk dilakukan
oleh pemerintah ketika muncul isu atau berita yang ramai dibicarakan masyarakat
dan meluruskan informasi yang dianggap keliru (36.3%).
Keenam Terkait implementasi
demokrasi dalam kehidupan bernegara kita. Sebanyak (53.6%) publik mengatakan
aman untuk menyuarakan kritik atau pendapat terhadap pemerintah di ruang publik
maupun media sosial, sedangkan (28.3%) publik mengatakan tidak aman.
Selanjutnya, (57.6%) publik mengatakan masyarakat saat ini memiliki kebebasan
untuk mendirikan organisasi, komunitas, atau melakukan unjuk rasa secara damai,
sedangkan (20.6%) publik mengatakan tidak bebas. Sementara, (52.9%) publik
mengatakan media massa di Indonesia saat ini bebas dari tekanan atau intervensi
pemerintah dalam pemberitaannya, sedangkan (25.7%) publik mengatakan tidak
bebas.
Evaluasi terhadap kinerja legislatif,
lanjut Hanta, sebanyak (51.8%) publik
mengatakan tidak puas terhadap kinerja legislatif (DPR/DPRD) dalam menyerap
aspirasi rakyat dan membuat undang-undang yang pro-rakyat, sedangkan (35.1%)
publik mengatakan puas. Sementara itu, sebanyak (49.0%) publik mengatakan
partai politik saat ini tidak baik dalam menjalankan perannya sebagai penyalur
aspirasi warga, sedangkan (35.3%) publik mengatakan baik.
Kepuasan publik terhadap
implementasi demokrasi secara umum berada di angka 50% lebih. Sementara
terhadap kinerja partai politik dan legislatif di bawah 50%. Sebagai institusi
utama demokrasi, partai politik dan lembaga legislatif perlu lebih serius lagi
menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wadah aspirasi dan representasi suara
rakyat.
Kepuasan menunjukkan bagaimana
penilaian publik terhadap kinerja pemerintah pada saat ini. Sementara itu,
kepercayaan mencerminkan keyakinan publik terhadap pemerintahan yang sedang
menjabat. Maka evaluasi implementasi demokrasi menjadi ruang penilaian publik
terhadap penyelenggaraan kekuasaan yang sedang dijalankan. Dan akhirnya,
ekspektasi menunjukkan arah perbaikan yang diharapkan masyarakat menjadi
perhatian serius pemerintah. Karena itu, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak
cukup hanya pada tingginya kepuasan sebagai ukuran kuantitatif. Tetapi yang
riil, dan penting juga diperhatikan oleh pemerintah adalah modal kepercayaan,
kualitas demokrasi, dan ekspektasi publik
Kinerja menghasilkan penilaian
kepuasan, kepercayaan menopang legitimasi, demokrasi menguji kualitas
kekuasaan, dan ekspektasi menentukan agenda pemerintahan ke depan. Dua tahun
pertama proses konsolidasi kekuasaan sudah selesai. Namun, ukuran keberhasilan
tiga tahun berikutnya bukan semata seberapa kuat kekuasaan terkonsolidasi,
sebagaimana hari ini kita saksikan sangat kuat. Lebih dari itu, pemerintah
perlu memperhatikan seberapa jauh kekuasaan itu menghasilkan kinerja yang
memuaskan, menjaga kepercayaan publik, memperkuat demokrasi, dan menjawab
ekspektasi publik.
Dipenghujung relisnya, Hanta
menhyebutkan Temuan dan analisa mereka buat merupakan potret terbaru dari
survei yang dilakukan pada awal Oktober 2026. ‘Berbagai kemungkinan tentang
persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda
perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali
kepuasan publik.,’ tutupnya.(sk07)
Berita Lainnya
Gedung Baru, Disperindagkop Kaltim Tambah Semangat
SAMARINDA (26/4-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Ged ....
- editor@ivan
- 26 Apr 2022
- 824
45 Orang Lolos Administrasi Seleksi JPT Pemprov Kaltim
SAMARINDA (18/1-2021)Setelah melakukan pemeriksaan berkas,nbsp; Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pi ....
- editor@ivan
- 18 Jan 2021
- 824
grup astra agro jaga harmoni hubungan industrial Lewat pkb dengan karyawan.
sangatta (29/4)PT astra agro lestari tbk. (AALI) melaluiptsumber kharisma persada (skp) terus mening ....
- editor@ivan
- 29 Apr 2025
- 272
Tersinggung : Oknum Pejabat Dinas KP Aniaya Pegawai Disperindag Kutim,
SANGATTA (26/11-2020) Seorang oknum pejabat pada DinasKelautan dan Perikanan (KP) Kutai Timur (Kutim ....
- editor@ivan
- 26 Nov 2020
- 2723
IMM Ikut Bantu RSU Kudungga, Serahkan Alkes Senilai Rp671,2 Juta
SANGATTA (30/8-2021)Dalam hal kemanusiaan, PT Indominco Mandiri (IMM) tak mau ketinggalan. Ini dibuk ....
- editor@ivan
- 30 Agu 2021
- 610

