Di Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) PKK Kutim berhasil ciptakan Menu bergizi dari bahan lokal dan non Beras
salah satu menu yang berhasil diciptakan peserta sedang dinilai Ketua TPPKK Kutim
SANGATTA
Untuk meningkatkan wawasan
kader TIM Penggerak PKK, PKK Kutim Selasa (11/8) menggelasr lomba Kreasi Menu
Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti semua PKK kecamatan di
Kutim.
Lomba yang secara khusus menantang
peserta bisa berkreasi dengan pangan
berbahsan lokal dan non beras ini menarik perhatian banyak pihak, terutama
Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah.
Dalam lomba panitia menetapkan
sebagai menu utama yakni nasi goreng
berbahan nonberas. Selain itu, peserta juga ditantang menyajikan berbagai
kudapan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti pisang, singkong hingga hasil laut.
Beratnya tantangan ysng ditetapkan
panitia membuat susana lomba cukup tegang, pasalnya semua peserta harus putar
otak untuk menampilkan sajian terbaik mereka sehingga kertika waktu mengolah
berakhir beragam sajian dengan tampilan dan cita rasa yang menggiurkan
terhadangapik di meja dewan juri.
Sepiintas tampak terlihat kreativitas
peserta mampu mengolah bahan pangan yang
ada bisa dijadikan menjadi makanan menarik,
bergizi dan memiliki nilai tambah.
Ketua TP PKK Kabupaten Kutai
Timur, Siti Robiah Ardiansyah, mengaku kagum dengan kreativitas yang
ditampilkan PKK dari 18 kecamatan. Menurutnya, masing-masing peserta mampu
menghadirkan beragam makanan dengan kreasi dan penyajian yang berbeda.“Saya
kagum dengan kreativitas yang dihasilkan PKK kecamatan. Beragam makanan mampu
disajikan dengan kreasi yang beragam,” ujarnya.
Menurut istri Bupati Kutim ini,
potensi pangan lokal yang dimiliki Kutai Timur cukup besar dan dapat menjadi
alternatif sumber pangan bagi masyarakat. Berbagai bahan pangan lokal tersebut,
kata dia, dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti
beras.
“Dengan potensi yang kita
miliki, terutama bahan-bahan lokal, sebenarnya banyak yang bisa dimanfaatkan
masyarakat sebagai bahan pengganti beras. Tinggal bagaimana kita mengolahnya
menjadi makanan yang menarik dan disukai keluarga,” katanya.
iaberharap hasil kreasi menu yang dihasilkan dalam lomba
tersebut tidak hanya berhenti sebagai sajian perlombaan, tetapi dapat
diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat melalui platform media sosial.“Menu-menu
ini sebaiknya di-share di platform media sosial. Jadi masyarakat bisa melihat,
mengenal dan kalau memungkinkan ikut mencoba membuatnya di rumah,” ujarnya.
Pemanfaatan pangan lokal
dinilai penting untuk terus dikenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari
upaya mendorong keberagaman pangan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap
beras, pengembangan pangan lokal juga dapat membuka peluang bagi masyarakat
untuk mengolah potensi bahan pangan yang tersedia di wilayah masing-masing.(sk04)
Berita Lainnya
tips melaksanakan ibadah haji (18) : hati – hati berbelanja, sebaiknya setelah shalat.
berkunjung kenbsp; makkahnbsp;ataunbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; madinah, jamaah hajipasti tida ....
- editor@ivan
- 17 Mei 2025
- 130
mendadak Gubernur BI mengundurkan diri
JAKARTA.DI tengah nbsp;badaiambruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar US, Indonesia tiba- tiba di ....
Berkat KUD, PADES Tepian Langsat Capai Rp600 Juta
SANGATTA (27/11-2020)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Men ....
- editor@ivan
- 27 Nov 2020
- 940
giliran siswa sekolah mahkotaKelir kunjungi DPK Kaltim
SAMARINDA(19/11) Minat anak-anak sekolah untuk berkunjung ke unitlayanan perpustakaan daerah kaltim ....
Petugas Kurban Diingatkan Taat Prokes Covid 19
SANGATTA (14/7-2021)Pemotongan hewan qurbn oleh masyarakat di luar Rumah Potong Hewan (RPH), diingat ....
- editor@ivan
- 14 Jul 2021
- 558


