upaya pemadaman Karhutla di Sangatta Utara oleh tim Gabungan
WARGA masyarakat yang
mengerahui adanya Kebakaran hutan dan lahan Di Kutim kini tidak repot lagi
cukup menekan angka 112 pada hand phonenya sudah dapat melaporkan Karhutla.
Layanan yang dikelola Dinas
Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim ini
beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis tanpa pulsa.
Kepala Bidang Informasi dan
Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Staper Kutim, Aji Nazaruddin menjelaskaN
SAAT INI laporan yang masuk, didominasi
aduan kebakaran hutan dan lahan, di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Di tambahkan, laporan yang diterima langsung diteruskan
kepada instansi terkait atau Posko Karhutla di masing-masing kecamatan untuk ditindaklanjuti.
Dijelaskan sesuai tupoksi Penanganan
Karhulta melibatkan sejumlah pihak sesuai dengan jenis
kejadian dengan koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dibantu
pemadam kebakaran, TNI, Polri hingga pemerintah kecamatan dan ormas.
“Saat kinformasi diterima dari
masyarakat, langsung diteruskan ke instansi yang berwenang. Jadi tidak perlu
menunggu proses lagi,” bebernya seraya seraya menyenbutkan beberapa laporan
Karhutla di Sangatta Utara.
layanan 112, tambah Nazaruddin, tidak menggantikan nomor darurat milik
masing-masing instansi seperti Polres Kutim 110. Layanan yang dikelola Kominfo
Kutim berfungsi sebagai penghubung informasi agar laporan masyarakat dapat
diterima oleh pihak yang memiliki kewenangan menangani kejadian seperti kecelakaan
lalu lintas, laporan dapat diteruskan kepada kepolisian dan rumah sakit.
Sementara untuk karhutla,
informasi disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, serta instansi
lain yang berkaitan dengan penanganan kejadian.
“Intinya, layanan 112 untuk
mempermudah pelayanan agar lebih cepat dan Karhutla bisa dicegah melebar arealnya
terlebih yang dekat pemukiman masyarakat,” ungkapnya.
Disebutkan panggilan darurat
112 di Kutim sudah ada dari tahun 2022. Namun, sosialisasi mengenai fungsi dan
manfaatnya belum masih dan kini ditshun 2026 kembali dimasyarakatkan lagi agar diketahui
masyarakat luas.
Iapun berharap media turut
membantu menyebarluaskan informasi mengenai nomor darurat tersebut sehingga
masyarakat dapat memanfaatkannya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan
penanganan segera dan mengancam keselamatan manusia.
‘’masyarakat agar berhati-hati
dalam membuka atau membersihkan lahan dan jangan dengan cara membakar, termasuk
membakar sampah di lingkungan,’’ pesannya.(sk03)
Berita Lainnya
Gubenur Juga Sediakan Uang Transportasi Nakes Covid 19
SAMARINDA (22/7-2021)Gubernur Kaltim Isran Noor ternyata selain menyediakan anggaran untuk santunan ....
- editor@ivan
- 22 Jul 2021
- 553
capai 119 nm2 menggunakan RIB SAR Pos Sangatta cari hasrianto
SANGATTA BASARNAS Pos Sangatta mengerahkan 6 personilnya dalampencarian Hasrianto (37) warga Muara B ....
SEPEDA MOTOR ADU BANTENG DI BENGALON 2 ORANG TEWAS TERBAKAR
BENGALON (22/6)Dua sepeda motor, senin (11/6) pagi adu banteng di simpangtiga bengalon atau simpang ....
puluhan pelajar di Papua diduga keracunan setelah menikmati MBG
PAPUA,kasus keracunan massal setelahmakan makanan bergizi gratis (mbg) kembali terjadi setelah di se ....
Kiprah Desa Wujudkan Desa Maju
SAMARINDA (29/6-2021)Pembangunan desaharus nbsp;nbsp;dilakukan nbsp;berkesinambungan nbsp;yang mulai ....
- editor@ivan
- 29 Jun 2021
- 700

