karhutla di Sangatta YANG TERJADI SENIN 12 OKTOBER 2026
SANGATTA,
Setelah sempat membaik bahkan
sstem pembelajaran kembali ke pola tatap muka, namun dalam beberapa hari
terakhir kualitas udara di Kutim dikbarkan kembali memburuk akibat Karhutla sehingga Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kutim kembali menetapkan semua satuan
pendidikan mulai Selasa (13/10) besok kembali menerapkan pembelajaran jarak
jauh (PJJ).
Kebijakan PJJ, sebut Kadis
DIKbud Kutim Mulyono, juga mencakup PAUD
dan pendidikan nonformal, SD/MI, serta SMP/MTs, dengan pertimbangan kesehatan
dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Keputusan tkembali menerapkan
PJJ, ungkap Mulyono, berdasarkan laporan
kualitas udara dari Dinas Kesehatan Kutai Timur yang melakukAN Pengukuran di SEMUA
puskesmas memperlihatkan konsentrasi partikel di dalam maupun luar ruangan yang
melampaui acuan baku mutu. ‘’Di tengah keadaan itu, pembelajaran dialihkan secara
daring agar layanan pendidikan tetap berjalan sekaligus mengurangi paparan
kabut asap terhadap anak-anak.,’’ SEBUT Mulyono dengan nada kalem.
Mulyono, kualitas udara selama
tiga hari terakhir menjadi pertimbangan pemberlakuan kembali PJJ. ‘’hampir
semua kecamatan berada dalam kondisi udara tidak sehat yang ditandai warna
merah,’’bebernya.
Untuk menjadi rujukan semua
satuan pendidikan , Mulyono menerbitkan surat edaran Nomor B-100.3.4.2/6785/DISDIKBUD-1.1, tertanggal
12 Oktober 2026.
Dalam senys ditegaskan
beberapa pedoman diantaranya jadwal kembali ke sekolah akan ditentukan dengan
memperhatikan evaluasi perkembangan kualitas udara. Disdikbud bersama pihak
terkait akan menilai kelanjutan PJJ atau pembelajaran tatap muka dalam tujuh
hari ke depan, atau apabila terjadi perubahan kualitas udara secara signifikan.
Sementara Kepala Dinas
Kesehatan Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, menyebutkan kualitas udara
menjelaskan paparan partikel juga ditemukan di dalam ruangan puskesmas.
Pemantauan dilakukan terhadap PM2,5 dan PM10, dengan satuan mikrogram per meter
kubik atau µg/m³.
Pada pengukuran Minggu, 11
Oktober 2026, pukul 08.00–10.00 WITA, tersedia data dari 19 puskesmas. Dua
lokasi, yakni Puskesmas Sangatta Utara dan Sepaso, belum memiliki data dalam
laporan tersebut.
Dari 19 lokasi itu, sebanyak
18 puskesmas atau 94,7 persen mencatat PM2,5 dalam ruangan di atas acuan.
Jumlah yang sama ditemukan untuk PM10 dalam ruangan dan PM10 di luar ruangan.
Adapun PM2,5 di luar ruangan melampaui acuan pada 16 puskesmas atau 84,2 persen.
Konsentrasi PM2,5 di luar
ruangan tertinggi tercatat di Puskesmas Wahau I, sebesar 232 µg/m³. Lokasi
tersebut juga mencatat PM10 luar ruangan tertinggi, yakni 559 µg/m³. ‘’Hanya
dari Puskesmas Kongbeng memenuhi acuan untuk keempat parameter, ‘’ terangnya.(sk01)
Berita Lainnya
Tim Resnarkoba Polres Kutim, Temukan 4 Kg di Kongbeng
SANGATTA (30/8-2021)Isu peredaran sabu di Kutim tergolong besar dan pasarannya bagus, terbukti. Ini ....
- editor@ivan
- 30 Agu 2021
- 1180
Semua fraksi di DPRD Kutim Sepakat Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Masuk Tahap Pembahasan di Komisi.
SANGATTA (1/7) Semua Fraksi di Dewan PerwakilanRakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur Rabu (1/7) ....
tips melaksanaka haji (12):pakai masker jika ke tempat umum
Sebelum wukuf jaga kesehatan,pakai masker jika ke tempat umum.makkah merupakan tempat pertemuanumat ....
- editor@ivan
- 11 Mei 2025
- 174
Disperindag Libatkan Aparat Desa Dalam Penanganan Migor
SANGATTA (15/3-2022)Masalahminyak goreng (Migor) yang tiba-tiba menjadi langka dan mahal, terus dica ....
- editor@ivan
- 15 Mar 2022
- 528
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Kutim Berlakukan Jam Malam
SANGATTA (13/11)Terus meningkatnya penderita Covid 19 di Kutim, membuat Pjs Bupati Kutim bersama Sat ....
- editor@ivan
- 13 Nov 2020
- 707

