Ekonomi dan Keuangan

Mahyunadi ; senang Kutim Expo sukses dan berharap semangat tidak berhenti

Mahyunadi ; senang Kutim Expo sukses dan berharap semangat tidak berhenti masyarakat yang hadir di malam penutupan Kutim Expo 2026.

SANGATTA

Pekan Raya Kutim Expo 2026 dalam rangka memeriahkan Hari ULANG TAHUN ke-27 Kabupaten Kutai Timur sukses menggerakkan roda ekonomi daerah. sejak dibuka Senin (12/10)  lalu, ajang tahunan ini berhasil membukukan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp4,25 miliar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 Capaian positif tersebut disampaikan saat malam penutupan Expo yang dipusatkan di Sangatta, Minggu (18/10/2026) ditutup Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, iapun mengapresiasi kinerja seluruh panitia, pelaku usaha, instansi, hingga aparat keamanan yang dinilai berhasil menjaga kondusifitas serta antusiasme masyarakat selama expo berlangsung.

 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mensukseskan penyelenggaraan kutim expo ini," ujar Mahyunadi.

 

Ia menekankan bahwa Kutim Expo dirancang bukan sekadar panggung hiburan rakyat atau ajang transaksi sesaat, melainkan fondasi penting bagi penguatan investasi dan promosi potensi daerah secara berkelanjutan sehingga publik mengetahui apa capaian daerah.

"Pekan Raya Kutim Expo bukan hanya sekadar kegiatan pameran, bukan pula hanya tempat berkumpul, bukan hanya sekadar tempat berbelanja dan menikmati berbagai hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk menampilkan potensi daerah, mempromosikan produk unggulan, mempertemukan pemerintah dengan dunia usaha, serta membuka peluang kerja sama investasi," ungkap Mahyunadi.

 

Terkait tingginya angka perputaran uang di arena Kutim Expo, Mahyunadi  menyebut  bukti riil keberadaan UMKM dalam menopang perekonomian lokal.

 

"Transaksi di Kutim Expo  ini sebesar Rp4,25 miliar yang telah bergulir di tempat ini dari pelaku-pelaku UMKM yang ada. Kalau dihitung-hitung, dari Rp4,25 miliar itu dikali 25 persen keuntungannya, berarti kurang lebih Rp1 miliar ada yang didapatkan keuntungan oleh para pelaku UMKM yang ada di sini selama Kutim Expo ini," jelasnya.

Kendati Kutim Expo usai, sebut Mahyunadi Pemkab Kutim mendorong agar jejaring bisnis yang terbentuk di arena pameran dapat terus ditindaklanjuti secara konkret."Saya berharap ini tidak berhenti sebagai pajangan di stand pameran. Produk yang diperkenalkan harus memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas, kerja sama yang dibangun dan ditindaklanjuti, dan peluang usaha yang ditemukan harus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif," harapnya.

 

Ini ditegasknya   selaras dengan arah kebijakan jangka panjang daerah untuk mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing tinggi.

 

"Visi pembangunan Kabupaten Kutai Timur adalah mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Visi ini harus menjadi arah dalam setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah," paparnya.

Diakhir sambutannya,  Mahyunadi  membakar semangat seluruh jajaran dan elemen masyarakat Kutai Timur dengan menyatakan Kutim Expo boleh berakhir malam  namun semangat pembangunan ekonomi Kutai Timur tidak boleh berakhir. ‘’Mari kita  jaga semangat kebersamaan, bangun Kutai Timur dengan kerja nyata, kebijakan yang tepat, pelayanan publik yang berkualitas, UMKM yang tangguh, serta kepedulian terhadap lingkungan,’’ kata Mahyunadi.(sk01)

Share to:

Ivan

Editor