Pendidikan

Gebyar Literasi Kutim sajikaratusan ribu eksemplar buku

Gebyar Literasi Kutim sajikaratusan ribu eksemplar buku buku-buku ysang disajikan selama gebyara literasi Kutim tahun 2026 digelar

 

SANGATTA,

Gebyar Literasi di Kutim jumat (26/9) lalu dibuka Bupati Ardiansuah Sulaiman disaksikan upuluhan pasang matapegiat literasi diantaranya  Pengurus Daerah Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kalimantan Timur Jajaran YPPSB dan semua pihak atas terselenggaranya

Gebyar literasi Kutai Timur 2026. Memang berbeda dengan tahun-tahun sebrlumnya selain mendapar perhatian Bupati Kutim dan Bunda Paud juga sejumlah guru dan pengarang di Sangatta. Yang manarik Gebyar Literasi yang digekar Dinas Perpustakaan dan kerarsipan Kutim ini, didukung sejumlah penerbitan dari pulau Jawa sehingga ribuan buku disajikan.

 

Gebyar Literasi Kutai Timur 2026 betemaan Buku untuk Semua, Literasi untuk Masa Depan berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara milik  SMP YPPSB di Munthe, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

 

Hingga sabtu (4/10) nanti masyarakat dapat bertandang di arena yang cukup representatif ini. Diruang perjumpaan masyarakat dengan dunia buku ini bertjuan menggelorakan minat baca di Kutim.

 

Gebyar literasi sendiri menghadirkan koleksi buku dalam jumlah besar dari berbagai penerbit. Selain pameran dan penjualan buku, masyarakat juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan dan perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian gebyar literasi.

 

Bupati Ardiansyah dalam pidato pembukaanya mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Kutai Timur menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

 

Menurutnya, orang yang tidak memiliki kebiasaan berliterasi akan memiliki keterbatasan dalam memahami lingkungan dan perkembangan di luar dirinya. Ia menggambarkan keadaan itu seperti berada dalam tempurung: mengenal lingkungan sendiri, tetapi kurang memiliki wawasan ketika berhadapan dengan dunia yang lebih luas.

 

“Jangan pernah berhenti untuk terus belajar. Dan salah satu sumber utama ilmu pengetahuan adalah membaca,” pesannya.

 

Gebyar Literasi ini juga menjadi momentum memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Pameran buku yang berlangsung di lingkungan YPPSB menghadirkan ratusan ribu eksemplar buku dari berbagai kategori, dengan potongan harga hingga 50 persen.

 

Bunda Literasi Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah,mengajak para orang tua memperkenalkan buku kepada anak sejak dini. Menurutnya, keberadaan beragam buku dalam kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menemukan bacaan sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.

 

Rangkaian pembukaan juga diwarnai dengan pelantikan pengurus Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Kutai Timur periode 2026–2030. Pengurus GPMB dipimpin Nurul Karim dan dilantik oleh Ketua GPMB Provinsi Kalimantan Timur, Syafruddin Pernyata, disaksikan Bupati Kutai Timur, Bunda Literasi, serta sejumlah unsur pemerintah, dunia pendidikan, dan pegiat literasi.

 

Kehadiran Gebyar Literasi di Sangatta diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan pameran buku. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas ruang belajar masyarakat.(fan)

Share to:

Ivan

Editor